Dua Kecamatan Masuk Status Awas Kekeringan

by -46 views

METROPOLITAN – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pos Pantau Citeko mengeluarkan data ba­hwa wilayah Jonggol dan Ci­leungsi sudah mengalami 60 hari tanpa hujan. Kepala Seksi Pusat Data dan Informasi BMKG Stasiun Kli­matologi Bogor Hadi Saputra menerangkan, peringatan dini kekeringan sudah memasuki status awas. ”Wilayah yang berpotensi kekeringan ekstrem untuk wilayah Bogor ada di Jonggol dan Cileungsi,” katanya dikutip dari data yang diberikan BMKG Pos Citeko.

Sedangkan untuk Badan Penanggulangan Bencana Dae­rah (BPBD) Kabupaten Bogor sendiri, statusnya masih ’siaga’. Menurut Kepala BPBD Kabu­paten Bogor Yani Hasan, status tersebut dikeluarkan karena kekeringan tidak merata di seluruh wilayah kabupaten. ”Ini sudah masuk Siaga Bencana Kekeringan. Tapi kemarin kita dapat laporan hujan di Ciomas, jadi mudah-mudahan tidak lama lagi ada hujan lah sedikit-sedikit,” harapnya.

Yani mengatakan, sejauh ini sudah ada 60 desa yang mengajukan permintaan pa­sokan air dari BPBD. Dengan banyaknya permintaan, Yani mengaku BPBD belum bisa memenuhi secara menyeluruh karena keterbatasan armada. ”Sejauh ini sudah banyak yang minta (air bersih, red). Total sejauh ini sudah lebih dari 60 desa. Dari satu desa yang me­minta bantuan, yang bisa kita jangkau mungkin hanya satu RT. Sejauh ini lagi digilir lah,” terangnya.

Tahun ini, menurut Yani, hampir sama dengan kejadian tiga tahun lalu. Sehingga mem­buat pihaknya sulit mengambil keputusan karena kemarau yang sulit diprediksi. ”Kejadian tahun ini sama seperti kejadian tiga tahun lalu. Tapi dua tahun yang lalu tidak ada apa-apa, serta tahun lalu juga tidak terlalu panjang kemaraunya. Jadi kita juga sulit untuk memprediksi,” imbuhnya.

Karena itu, ia berharap ada bantuan dari pihak lain untuk mengatasi bencana kekering­an tahun ini yang diprediksi sampai November. “Kita perlu bahu-membahu antara Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dengan pihak yang bisa mem­bantu, seperti pengusaha air curah,” katanya.

Dua desa yang berada di Kecamatan Jonggol, yakni Weninggelih dan Singajaya, mengaku belum mendapatkan bantuan lagi selama dua minggu. Kepala Desa Wening­gelih Samsu mengaku warga­nya selama dua minggu ter­akhir berjuang sendiri untuk mencari air. ”Dari 14 RT, ke­marin yang mendapatkan bantuan dari BPBD hanya satu RT saja. Itu pun hanya 5.000 liter air,” ujarnya.

Samsu mengaku pihak desanya sudah mengajukan bantuan ke Badan SAR Nasional (Ba­sarnas) untuk diberikan ban­tuan air bersih, tetapi belum mendapatkan respons dari pihak terkait. ”Kami sudah mengajukan ke Basarnas ber­sama Desa Singajaya dan Su­kasirna, tetapi belum ada ja­waban,” bebernya. Bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Bogor sejauh ini sudah membuat banyak kerugian. Khususnya di sektor pertanian. Karena sudah ada 30 hektare lebih sawah yang gagal panen dan 800 hektare terancam gagal panen. (cr2/c/els/run)