Dua Ormas Bentrok, Underpass Sholis Mencekam

by -4,184 views

METROPOLITAN – Situasi di Jalan Sholeh Iskandar (Sholis) dekat underpass, Kecamatan Tanahsareal, mendadak mencekam sejak Kamis (15/8) siang hingga malam.

Puluhan anggota organisasi masyarakat (ormas) sejak siang hari tiba-tiba menyemut di pinggir jalan hingga membuat kaget para pengendara.Alhasil, suasana di sekitaran dekat underpass mencekam hingga malam hari.

Usai beredarnya kabar konflik antara dua ormas, sejumlah petugas kepolisian masih terlihat berjaga-jaga. Di media sosial, ramai pesan imbauan agar masyarakat berhati-hati karena ada bentrok antar-ormas. Sejumlah video yang memperlihatkan kerumunan massa juga ramai beredar.

Hal itu membuat petugas kepolisian Polsek Tanahsareal dan Polresta Bogor Kota pun berjaga-jaga di sudut Jalan Sholis Warung Jambu arah Yasmin.

Saat ditemui di lokasi, Kasat Intel Polresta Bogor Kota Kompol Muis Effendy mengaku pihaknya berjaga jaga untuk menjaga keamanan wilayah yang sempat ramai di media sosial.

Dugaan sementara ada kesalahpahaman antara dua ormas yang masih dalam penyelidikan kepolisian. “Masih lidik. Kita belum bisa simpulkan. Ini belum siaga satu lah, tugas malam biasa. Hanya saja ada persoalan di Tansa (Tanahsareal, red), jadinya prioritas kita stand by di sini,” katanya saat ditemui Metropolitan.

Ia juga mengakui pihaknya berupaya melakukan komunikasi dengan berbagai pimpinan ormas untuk membuat situasi yang kondusif dan nyaman. Termasuk dugaan perusakan atribut yang dilakuan oknum ormas. Muis keukeuh bahwa hal itu bukan dikarenakan konflik horizontal, namun lebih kepada kesalahpahaman semata.

“Kita jaga keamanan saja. Tidak siaga satu lah, masih pengamanan biasa sampai situasi kondusif. Sejumlah atribut yang diduga dirusak itu masih penyelidikan, karena belum terbukti siapa yang melakukan. Nggak ada konflik, biasa saja, kesalahpahaman saja,” terang mantan kapolsek Tanahsareal itu.

Di tempat yang sama, Kapolsek Tanahsareal AKP Ade Syamsu Syarif menuturkan, tak kurang dari 18 personel Polsek Tanahsareal dibantu personel dari Polresta Bogor Kota kini berjaga-jaga di sekitar underpass Sholis dalam waktu 24 jam ke depan.

“Malam ini (kemarin, red) kekuatan penuh, kedua ormas jaga ketat. Fokus sementara di dua titik sama Taman Heulang. Sebetulnya di polsek-polsek lain juga stand by, antisipasi lah,” paparnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim meminta agar semua pihak bisa menahan diri dan menyelesaikan permasalahan melalui dialog. Apalagi ormas yang memiliki latar belakang nilai kesamaan suku dan budaya harus dapat menunjukkan nilai-nilai luhur dan budi pekerti.

“Kita jauhi kekerasan lah dan mulai menunjukkan identitas sebagai insan beragama yang berperilaku terpuji, yang patut dicontoh kaum muda serta masyarakat,” tuntas mantan petinggi KPK itu. (ryn/ ogi/d/mam/run)