Duh! Caleg DPR RI Terancam Gagal Dilantik

by -858 views

METROPOLITAN – Kabar menge­jutkan datang dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia. Menurut Ketua KPU RI Arief Budiman, baru calon anggota legislatif (caleg) terpilih dari Partai Golkar saja yang telah menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Sedangkan caleg terpilih dari partai politik (parpol) lain belummenyetorkannya.

”Nah, secara resmi sebetulnya, seing­at saya, parpol yang sudah datang ke sini dan menyera­hkan LHKPN, semua ya, Gol­kar. Yang lain seingat saya belum terima,” kata Arief di gedung KPU, kemarin. ­

Arief menambahkan, LHKPN caleg terpilih kabupaten, kota dan provinsi diserahkan ke KPU tiap daerah. Sedangkan LHKPN caleg terpilih DPR RI dilaporkan ke KPU pusat. ”Ka­lau DPRD kabupaten/kota itu kan dilaporkan di kabupaten/ kota, KPU kabupaten/kota maksudnya. Begitu juga kalau provinsi atau DPR RI dilapor­kannya kepada KPU RI,” ujar Arief.

Sebelumnya, Komisioner KPU RI Ilham Saputra meng­ingatkan kepada parpol untuk menyerahkan LHKPN calon legislatif yang terpilih. Apa­bila lebih dari seminggu se­belum dilantik caleg tidak menyerahkan LHKPN, sanksi­nya adalah terancam tidak akan dilantik.

”Iya, tujuh hari sebelum pe­lantikan tidak diterima, sanksi­nya tidak akan dilantik,” kata Ilham di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Jumat (9/8) malam usai sidang pem­bacaan putusan. ”Kami mengimbau kembali kepada parpol agar segera menyera­hkan LHKPN, bisa orang per orang atau kolektif melalui parpol,” tambahnya.

Menurutnya, sejauh ini baru Partai Golkar yang menyera­hkan LHKPN kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara kolektif. Tetapi calon-calon dari partai lain pun telah menyerahkan secara pero­rangan. KPU daerah dapat melakukan penetapan caleg terpilih apabila tidak terdapat sengketa hasil pemilu yang diperkarakan di MK maupun yang sengketanya sudah di­putus di MK.

Sementara dari total 260 perka­ra Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang masuk ke MK, perkara yang dikabulkan sebagian hanya 12 perkara yang tersebar di Kepulauan Riau, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Papua Barat, Aceh, Sumatera Utara, Sulawesi Tengah dan Jawa Barat. (dtk/trt/rez/run)