Enam Hektare Lahan Terbakar gegara Sampah

by -11 views
HANGUS: Petugas pemadam kebakaran dibantu aparat kepolisian memadamkan api yang membakar enam hektare lahan kering milik warga Cimahpar akibat pembakaran sampah.

METROPOLITAN – Kebakaran lahan seluas enam hektare terjadi di Kam­pung Cimahpar, RT 05/08, hingga menggegerkan warga Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, kemarin. Kebakaran itu terjadi di­duga berawal dari percikan api pem­bakaran sampah warga.

Kepala Badan Penanggulangan Ben­cana Daerah (BPBD) Kota Bogor Juniarti Estiningsih mengatakan, kondisi lahan kering serta embusan angin kencang mengakibatkan api cepat menjalar ke lahan kosong milik Oom (80) warga Kampung Cimahpar tersebut. ”Kebakaran disebabkan pemapi cepat menjalar ke lahan bakaran sampah yang diting­gal salah seorang warga,” ka­tanya kepada Metropolitan, kemarin. ­

Memasuki puncak kemarau, jelas wanita yang akrab disapa Esti itu, kebakaran lahan kerap terjadi di sejumlah wilayah di Kota Bogor. Sejak Juni silam, sedikitnya ada empat kebaka­ran yang terjadi di sepanjang musim kemarau. Angka ter­sebut bertambah pada Juli kemarin. ”Juni kemarin ada empat kebakaran terjadi. Angka ini bertambah men­jadi sembilan pada Juli ini. Kalau untuk Agustus belum kami rekap,” paparnya.

Dalam kejadian tersebut seti­daknya dua unit mobil pema­dam kebakaran diterjunkan ke lokasi kebakaran. Keringnya lahan dan kuatnya embusan angin menyebabkan tim ke­walahan dalam menjinakkan api. ”Api baru bisa kami pa­damkan selang satu jam pasca-kedatangan petugas di lokasi kejadian. Tidak ada korban jiwa dalam peritiwa ini,” akunya.

Meski tidak ada korban jiwa dan kerugian berarti, Esti mengimbau masyarakat agar berhati-hati. Terutama saat membakar sampah di musim kemarau seperti saat ini. Hal senada dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor Elia Buntang. Men­urutnya, banyak masyarakat lebih memilih membakar ke­timbang memanfaatkannya kembali.

Pemikiran seperti ini tentu harus diubah. Sebab, ada sejumlah jenis sampah yang bisa dimanfaatkan kembali, seperti membuat kerajinan hingga mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih berharga.

”Biasanya masyarakat kalau membakar sampah suka di­tinggal begitu saja. Saya harap jangan ditinggal sembarang­an begitu saja. Lebih baik jangan dibakar, tetapi lakukan sistem pengolahan sampah 3R, Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kem­bali) dan Recycle (mendaur ulang sampah),” tutupnya. (ogi/b/mam/run)