Gagal Mendapatkan Bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, GOR Pajajaran Diguyur Rp14 M

by -116 views

METROPOLITAN – Meski gagal mendapatkan kucuran bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) pada 2019, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor optimis melakukan revi­talisasi GOR Pajajaran pada 2020.

Kepala Dispora Kota Bogor, Eko Prabowo, mengatakan, walau gagal mendapatkan ban­tuan senilai Rp17 miliar dari Pemprov Jabar, pihaknya ma­sih bisa bernafas lega lantaran tahun depan dispora bakal menerima anggaran sebesar Rp14 miliar dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

“Angka ini masih belum cu­kup untuk modal revitalisasi kompleks belakang GOR Pa­jajaran, karena diprediksi menghabiskan anggaran se­kitar Rp1 triliun,” bebernya.

Jika sepenuhnya mengguna­kan APBD Kota Bogor, sambung Eko, jelas tidak akan mungkin. Oleh karena itu, harus meng­gunakan APBD Kota Bogor, APBD Provinsi, Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat hingga dana dari pihak ketiga atau swasta.

”Untuk fokus revitalisasi awal, kita menitikberatkan pada bagian GOR belakang atau lapangan baseball dan sepak bola di belakang. Rp17 miliar akan kita gunakan untuk pembangunan stadion sinte­tis lapangan futsal di belakang, baseball, jogging track sta­dion dan pagar stadion. Itu awal rencana revitalisasi ke­marin,” bebernya.

Ia menjelaskan, revitalisasi ini bertujuan untuk menja­dikan GOR Pajajaran pusat kegiatan olahraga bagi pe­muda di Kota Bogor sekaligus mengurangi beban intensitas kegiatan di pusat stadion da­lam lantaran stadion dalam kini sudah berstandar FIFA dan internasional. Pada 2020, pihaknya akan fokus terhadap pembangunan fisik ketimbang program lainnya.

”Saya juga sudah menegas­kan kepada teman-teman di dispora, prioritas pembangu­nan dispora pada 2020 lebih pada fisik dan infrastruktur,” terangnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, membenarkan jika revitali­sasi kompleks GOR Pajajaran yang termaktub dalam Ren­cana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bogor 2019-2024 terken­dala pembiayaan.

Ia juga mengamini jika re­vitalisasi dipastikan tidak bisa sepenuhnya dibiayai APBD Kota Bogor secara utuh. ”Kita sedang mencari terobo­san pembiayaan, karena kalau semua biaya difokuskan pada APBD tidak akan cukup,” pung­kasnya. (ogi/c/yok/py)