Gara-gara Mobil, Ibu Rumah Tangga di Bogor Diintimidasi Oknum Berseragam Loreng

by -3,901 views

METROPOLITAN.id – Seorang ibu rumah tangga di Bogor, Noni Indiana (47) mendapat ancaman dan perlakuan intimidasi dari sejumlah oknum berseragam loreng. Akibat kejadian itu, korban mengalami trauma dan harus mendapat perawatan di Rumah Sakit Bogor Medical Center (BMC).

Noni menceritakan, intimidasi itu berlangsung pada Kamis (22/8). Saat itu, tiga orang yang diduga oknum anggota berseragam loreng tiba-tiba mendatangi rumahnya di kawasan Caringin, Kabupaten Bogor.

Menurutnya, mereka datang dengan menggedor-gedor pintu dan langsung masuk ke dalam rumah tanpa izin.

Noni juga menyebut oknum tersebut menggeledah seluruh ruangan sambil direkam.

“Waktu kejadian saya di rumah sendiri. Pas saya baru mau mandi, ada suara pintu digedor-gedor. Mereka bilang mau cari suami saya. Saya bilang nggak ada, udah berangkat. Mereka nggak percaya, terus semua ruangan digeledah, masuk kamar, direkam juga,” kata Noni saat ditemui di rumah sakit BMC, Jumat (23/8).

Noni mengaku kejadian seperti itu bukan kali pertama terjadi. Ia mengatakan beberapa kali mendapat ancaman atau teror dari oknum anggota yang tidak ia kenal. Bahkan, ancaman penculikan juga pernah dilontarkan oleh mereka.

“Kejadian ini sudah beberapa kali terjadi, tapi tidak separah sekarang. Ada ancaman juga kalau anak saya mau diculik. Dan orangnya selalu ganti-ganti pas ketemu saya,” terangnya.

Ia menjelaskan, bentuk intimidasi terhadap dirinya dipicu oleh masalah sengketa mobil yang melibatkan sang suami. Meski begitu, dia tidak terlalu mengerti soal masalah tersebut.

Namun akibat masalah itu, intimidasi dan ancaman selalu diarahkan kepada dirinya.

“Mereka nggak berani langsung ke suami saya. Jadi saya terus yang diteror. Jujur saya takut. Apalagi kejadian kemarin itu, mereka masuk tanpa izin, mereka nggak nunjukin surat. Mereka pas datang juga pakai seragam tentara. Saya nggak bisa ngelarang karena takut, terserah mau ngapain,” ungkapnya.

Sementara itu, sang suami, Ari Munandar mengatakan, insiden itu berawal dari masalah hutang piutang. Saat itu, ada seseorang yang meminjam uang kepada dirinya sebesar Rp 35 juta untuk mengurus sertifikat rumah.

Kemudian, orang tersebut menjanjikan akan mengembalikan uang yang dipinjamnya dalam tempo dua minggu. Sebagai jaminannya, orang itu kemudian menjaminkan mobilnya.

“Itu waktu pinjam uangnya udah tiga tahun lalu, tapi sampai sekarang belum dibayar. Nah, tiba-tiba ada beberapa oknum anggota yang mengaku jika mobil yang dijaminkan itu adalah mobil milik anggota. Mereka mau ngambil mobil itu,” ucap Ari.

Atas peristiwa intimidasi itu, Ari berencana akan melaporkan kejadian tersebut ke Denpom untuk ditindaklanjuti. Sebab, ia bersama sang istri merasa telah menjadi korban.

“Intinya, saya mau ini diproses. Nggak adil buat saya dan istri. Kita di sini jadi korban. Apa karena kita orang sipil jadi mereka seenaknya,” pungkasnya. (fin/ogi)