Guru Jadi Kunci Kesuksesan Penerapan SNP

by -12 views

METROPOLITAN – Ada delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP). Yakni, standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendiknbud) Muhadjir Effendy, bila merujuk pada delapan SNP, maka dari kedelapan poin itu yang paling penting adalah guru, pendidik dan tenaga kependidikan.

“Kalau ada guru yang profesional dan bekerja menurut panggilan hati nurani, maka 7 standar yang lain akan dengan sendirinya terpenuhi,” katanya. Jadi, lanjutnya, apa pun dari delapan standar itu tergantung pada guru, bahkan kurikulum yang sesungguhnya adalah guru. Totalitas kehadiran guru, baik dari penampilan fisik, gestur, ucapan.

“Semuanya itu adalah bagian dari kurikulum,” ujarnya. Diungkapkan Mendikbud, permasalahan guru hingga kini masih banyak yang harus dibenahi dalam banyak sisi, tetapi apabila masalah guru bisa dituntaskan maka 50 persen permasalahan pendidikan sudah selesai.

“Mudah-mudahan pada periode Kabinet Kerja II di bawah pimpinan Bapak Presiden Jokowi, masalah guru betul-betul menjadi prioritas,” imbuhnya.

Bila masalah guru ini tuntas, lanjutnya, maka kira-kira 50 persen masalah pendidikan ini sudah selesai, bahkan kalau menurutnya 70 persen masalah sudah selesai. Memang 90 persen masalah pendidikan itu terkait guru.

“Oleh karena itu, tidak mungkin kita melakukan penataan yang menyeluruh tanpa ada perubahan-perubahan dalam tata kelola guru. Dari sini saya sarankan kepada Bapak Dirjen siapapun yang nanti akan menjadi Mendikbud, tata kelola guru ke depannya harus betul-betul ditangani dengan sungguh-sungguh agar tuntas,” paparnya.

Dinyatakan, dalam pidato Presiden RI Joko Widodo pada Rapat Paripurna di DPR, dengan jelas menegaskan bahwa ada beberapa poin yang berkaitan dengan program pendidikan untuk periode Kabinet Kerja II.

Salah satunya, adalah pentingnya segera meningkatkan kualitas SDM kita agar memiliki keunggulan, baik kompetitif maupun komparatif ketika harus disandingkan dengan SDM dari negara lain. “Tentunya kita tidak akan bisa menyiapkan SDM yang unggul tanpa membenahi sektor guru,” jelasnya. (net/suf)