Hal yang Wajib Diketahui Sebelum Berkunjung ke Pura di Bali

by -26 views

METROPOLITAN – Sebagai destinasi wisata populer di Indonesia, Bali menawarkan banyak pesona yang membuat wisatawan selalu ingin datang lagi dan lagi. Mulai dari keindahan alam, budaya, kuliner, religi hingga pertunjukkan semua bisa disaksikan saat liburan ke Bali.

Termasuk pura di Bali yang menjadi tempat ibadah Umat Hindu. Meskipun menjadi tempat ibadah, pura di Bali juga menjadi tempat wisata yang populer di kalangan wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Sebagai tempat suci, tentu ada aturan yang harus ditaati saat berkunjung ke pura di Bali. Aturan bagi wisatawan saat berkunjung ke pura di Bali ini semakin banyak diperbincangkan setelah ramainya aksi wisatawan asing melakukan perbuatan tidak sopan pada pura di Bali.

Satu di antaranya adalah aksi yang dilakukan warga negara Ceko, Zdenek Slouka yang terekam menggunakan air suci yang mengalir dari pelinggih di Pura Beji Ubud (atau yang dikenal sebagai Pemandian Suci) untuk membasuh bagian sensitif kekasihnya yang juga seorang turis Ceko, Sabina Dolezalova.

Sebelum mengunjungi pura di Bali saat liburan ke Bali, ada baiknya kamu memperhatikan beberapa hal sebelum ke sana.

  1. Mengenal bagian pura di Bali.

Pura Lempuyangan Luhur, Karangasem, Bali (Twitter) Bagian pertama adalah Hutama Mandala, juga dikenal sebagai bagian tengah atau halaman. Hanya orang yang ingin berdoa yang diizinkan untuk mengunjungi bagian ini.

Bagian ini juga menjadi tuan rumah berbagai karya seni sakral, patung dan simbol dewa-dewa Hindu yang merupakan manifestasi Tuhan dalam Hinduisme Bali.

Bagian selanjutnya adalah Madya Mandala, di mana seni semi-sakral disimpan, seperti boneka, topeng dan barong (singa).

Mirip dengan Hutama Mandala, hanya umat yang ingin beribadah yang diizinkan memasuki Madya Mandala. Selanjutnya adalah bagian terluar candi, yaitu Nista Mandala.

Setiap orang dapat mengunjungi bagian ini, termasuk wisatawan yang tidak berniat untuk ibadah. Meski demikian, masih ada beberapa aturan khusus yang harus ditaati orang yang mengunjungi Nista Mandala.

  1. Aturan khusus bagi wisatawan yang berkunjung ke pura di Bali.

Bagian depan kompleks VIP bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, terdapat gapura khas Bali yang baru dibuat jelang perhelatan IMF-World Bank Annual Meeting 2018.

Menurut Pitana, aturan pertama bagi wisatawan yang ingin mengunjungi pura di Bali adalah mereka tidak boleh “kotor” atau yang dikenal sebagai cuntaka dalam bahasa Bali.

Cuntaka mengacu pada wanita yang sedang menstruasi, orang yang belum lama kehilangan anggota keluarga karena meninggal dunia atau orang yang berdarah karena melahirkan atau luka.

Aturan lain adalah mengenakan pakaian yang sederhana dan tidak terbuka. Wisatawan juga disarankan menata rambut dengan benar agar tidak terlihat berantakan.

Aturan penting lainnya adalah menjaga perilaku dan percakapan. Bicara dan berperilaku yang baik, karena pura di Bali adalah tempat ibadah.

TribunTravel.com/rizkytyas