Hati-hati! Bocah SD di Bogor Nyaris Diculik dengan Cara Hipnotis

by -

METROPOLITAN.id – Orang tua harus lebih berhati-hati. Musababnya, bocah SD di Kota Bogor nyaris diculik dengan cara hipnotis. Pelaku memanfaatkan waktu istirahat untuk menjalankan aksinya saat siswa jajan di depan sekolah.

Informasi yang dihimpun, aksi penculikan ini terjadi di SD Negeri Tajur 2, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Selasa (6/8). Saat itu, ketika jam istirahat pukul 10.00, salah seorang murid kelas V, GFR, jajan di depan sekolahnya.

Tak disangka, bocah tersebut ditepuk pundaknya oleh orang tak dikenal yang menggunakan helm dan masker. Orang tersebut diduga menghipnotis bocah tersebut dan membawanya dengan cara dibonceng menggunakan sepeda motor ke arah Tajur – Ciawi.

Namun di tengah jalan, pelaku menepi di salah satu SPBU yang masih berada di wilayah Tajur untuk mengisi bensin. Saat turun dari motor, bocah tersebut merasa kebingungan.

“Habis ditepok dibawa ke arah Tajur pakai motor, karena abis bensin dia ngisi dulu, di situ si anak kebingungan,” kata Wakapolsek Bogor Timur, AKP Yuni Astuti kepada Metropolitan, Selasa (6/8).

Dalam kondisi kebingungan, sang anak berinisiatif melarikan diri. Ia kabur ke perkampungan warga dan menepi ke salah satu rumah warga di RT01/01, Kelurahan Tajur, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Bocah tersebut sempat terdiam dan kebingungan di depan salah satu rumah warga. Tak lama kemudian, pemilik rumah menghampiri bocah yang masih nampak kebingungan karena ketika diajak bicara masih tidak nyambung. Beruntung, pemilik rumah mengetahui seragam sekolah si bocah dan merupakan alumni di SD tersebut.

Akan tetapi, ketika warga mau mengantarnya ke sekolah bocah tersebut menolak karena masih ketakutan. Bocah itu lalu minta diantarkan ke Gereja Zebaoth di dekat Balai Kota Bogor dan dituruti warga.

“Mau dianter ke sekolahnya sama warga nggak mau katanya, mungkin masih trauma. Akhirnya dianter ke gereja, dia yg minta. Sampe sana sebelum Juhur,” ungkapnya.

Di Gereja, bocah tersebut dibantu pihak gereja langsung menghubungi orang tua bocah tersebut.

Menurut Yuni, hilangnya bocah itu diketahui ketika masuk jam pelajaran usai istirajah. Sang anak tak kunjung nampak di ruang kelasnya dan membuat sang guru kebingunan. Semua pihak sekolah lalu ditanyai keberadaannya namun tak ada yang mengetahui.

“Akhirnya pihak sekolah menelpon ibu anak itu untuk memastikan apakah si anak pulang. Tapi di rumah juga ternyata tidak ada. Si ibu lalu datang ke sekolah dan di antar ke polsek untuk melapor,” ungkap Yuni.

Ketika mendapat telpon anaknya berada di gereja, sang ibu bersama pihak sekolah dan polsek langsung datang ke lokasi untuk menjemputnya.

Atas kejadian itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor H.Fahrudin mengingatkan dan menginstruksikan sekolah lebih waspada lagi.

“Jaga ketertiban sekolah dengan tidak membiarkan para penjemput lalu-lalang keluar masuk halaman sekolah. Bila perlu tutup pagar selama KBM berlangsung,” tandasnya. (fin)

(fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *