Hore… Siswa Miskin Bisa Lanjut Kuliah

by -

METROPOLITAN – Demi meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan memutus rantai kemiskinan, pemerintah fokus memperbaiki kualitas dan pemerataan pendidikan.

Untuk mendukung hal tersebut pemerintah akan mengeluarkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah pada 2020. Kartu ini mendanai 818 ribu lulusan SMA yang tidak mampu, untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi. Total anggaran KIP Kuliah 2020 mencapai Rp 7,5 triliun, naik 53 persen dari program bidik misi 2019 sebesar Rp 4,9 triliun.

KIP Kuliah diharapkan bisa melengkapi yang sudah ada sebelumnya, yakni program Bidik Misi. Peningkatan kualitas pendidikan diharapkan bisa meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) menjadi 72,51 dari target 2019 di 71,98.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan mahasiswa yang mendapatkan KIP Kuliah, setelah lulus dapat langsung bekerja. Untuk itu jurusan yang diutamakan seperti vokasi, politeknik.

Meningkatkan kualitas SDM saat ini menjadi program prioritas pemerintah, sebagai upaya mengantisipasi pesatnya perkembangan teknologi. Apalagi dengan industri 4.0 yang lekat dengan digitalisasi, SDM Indonesia harus menyesuaikan dengan kebutuhan industri.

“Dengan SDM yang berkualitas dan unggul maka visi dan misi Indonesia menjadi negara maju pun bisa terwujud. SDM unggul, tantangan supaya Indonesia maju,” kata Sri Mulyani¬†belum lama ini.

Pada 2020 sasaran penerima KIP Kuliah mencapai 818 ribu yang mencakup lanjutan Bidik Misi untuk 398 ribu mahasiswa, dan penerimaan mahasiswa baru 420 ribu mahasiswa.

Adapun kriteria penerima KIP kuliah antara lain, lulusan penerima KIP, diterima di PTN/ PTS/ Prodi terakreditasi A/ B, dari keluarga tidak mampu dan penerima PKH.

Setiap mahasiswa akan mendapat bantuan pendidikan yang terdiri dari biaya hidup senilai Rp 4,2 juta per mahasiswa untuk setiap semester. Selain itu biaya pendidikan senilai Rp 2,4juta per mahasiswa untuk setiap semester. (cn/suf/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *