Istri Koma, Anak dan Bapak Tewas Ditusuk

by -30 views
SADIS: Sekeluarga di Serang, Banten, dibunuh secara brutal pada dini hari. Bapak dan anak tewas ditusuk, sedangkan istrinya sekarat akibat luka serius.

METROPOLITAN – Rustiadi dan anaknya, Alwi (4), ditemukan tewas di rumahnya. Istrinya, Siti Sadiyah, sempat kritis karena mengalami luka sabetan sen­jata tajam. Pembunuhan sekeluarga itu terjadi di ke­diaman Rustiadi di Kampung Gegeneng, Desa Suka­dalem, Serang, Banten. Dua pelaku menggunakan penutup muka datang sekitar pukul 02:00 WIB, Se­lasa (13/8).

Pelaku awalnya mengetuk pintu rumah korban. Siti Sa­diyah yang membuka pintu langsung disambar dengan pisau mengenai wajahnya. Diduga sempat ada perlawanan dari korban Rustiadi. Namun Rustiadi tewas dengan luka tusuk. Sedangkan anaknya diduga dianiaya hingga tewas.

”Pas pintu diketuk, langsung ditebas mengenai bibir korban. Langsung pakai pisau,” ujar Kapolres Serang Kota AKBP Firman Affandi menceritakan upaya pembunuhan berda­sarkan keterangan korban, Siti Sadiyah.

Siti Sadiyah se­lamat. Ia dibawa ke RSUD Cilegon dan sudah siuman setelah sempat kritis. ”Sudah dapat dipastikan ini pembunu­han berencana,” kata Firman.

Saksi yang juga kerabat kor­ban, Fadlun (35), kaget melihat Rustiadi, istri dan anaknya sudah terkapar. Korban Siti Sadiyah masih bernapas dan memberikan gerakan tangan. Sedangkan Sajidan (33), sepu­pu korban, mengaku masih melihat korban Rustiadi kum­pul bersama warga lain pada Senin (12/8) sekitar pukul 20:00 WIB.

”Semalam itu masih kumpul-kumpul sampai jam delapan malam. Kita sekelu­arga kaget pas tahu pagi ada pembunuhan,” katanya.

Sepengetahuan Sajidan, kor­ban tidak pernah berselisih dengan warga lain di Kampung Gegeneng. Rustiadi sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan dan tukang bangu­nan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten Kombes Edy Sumardi mengaku pihaknya masih memburu pelaku pem­bunuhan sekeluarga tersebut. ”Upaya kepolisian melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara, red), mencari saksi-saksi. Melakukan olah TKP dengan Inafis, menerjunkan tim Resmob mencari infor­masi terhadap pelaku pem­bunuhan,” katanya.

”Hasil olah TKP sementara tidak ditemukan barang-barang hilang, tidak ada kerusakan pintu dan sebagainya. Dugaan pembunuhan iya, perampokan tidak,” sambung Edy.

Pembunuhan sekeluarga di Serang itu baru diketahui saat teman kerja Rustiadi datang ke rumah korban sekitar pukul 07:30 WIB. Saksi Asgari sebe­lumnya mengaku melihat korban sudah terkapar dengan berlumuran darah karena luka tusukan senjata tajam.

Polisi menduga dua pelaku pembunuhan sekeluarga di Serang itu dilakukan teren­cana. Pelaku menutupi wa­jahnya saat beraksi. ”Pelaku mengetuk pintu depan sudah menggunakan penutup muka atau topeng. Sudah dapat di­pastikan ini pembunuhan berencana,” ujar Edy.

Polisi saat ini masih memburu dua pelaku pembunuhan se­keluarga tersebut. Pelaku, jelas Edy, terancam pasal pem­bunuhan berencana. ”Kedua­nya melakukan aksi meng­gunakan topeng. Pelaku bisa dihukum seumur hidup,” pungkasnya. (dtk/mam/run)