Jaga Karakter Sambal dan Pelanggan

by -36 views
SANTAP: Pengunjung saat menikmati makanan di Ayam Sambal Bohor Maknyos.

METROPOLITAN –  Kota Bogor kini berkembang menjadi kota pariwisata dan kuliner, mulai dari kedai makanan, restoran hingga gerai kopi menjamur di berbagai sudut kota. Makanan manis hingga pedas dicari penikmat kuliner lokal hingga wisatawan.

Bagi penggemar makanan pedas, Kota Bogor kini punya kedai dengan menu andalan olahan ayam pedas yang menggugah selera, yakni Ayam Sam­bal Bohor Maknyos atau Ayam Sambal Bonyos.

Berlokasi di Jalan Pa­kuan, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, tepat di depan Kampus Uni­versitas Pakuan (Unpak), Kedai Ayam Sambal Bonyos menyajikan beragam varian menu ayam dengan resep yang khas, terutama karakter sam­bal yang berbeda dari menu ayam lainnya. Lokasi yang berada dilingkungan kampus, harga makanan pun relatif terjangkau khususnya ‘kan­tong’ mahasiswa.

Pemilik Kedai Ayam Sambal Bonyos, Yudha Prananda, mengatakan, berbagai pilihan sambal bonyos, mulai dari sambal mercon, sambal tomat hingga sambal terasi. Bogor Maknyoss, julukan yang mele­kat dari para penggemar kedai yang berdiri sejak 2017 ini, menawarkan harga yang ber­sahabat. Mulai dari Rp6.000 hingga Rp26.000.

“Untuk Ayam Penyet dengan baluran sambal diatasnya, dengan nasi dan lalap hanya di banderol Rp15.000. Sedang­kan untuk menu paket Makny­oss (komplit) cuma Rp18.000 dengan sajian ayam penyet, nasi, tahu, tempe, lalap dan sambal,” ucap Yudha kepada Metropolitan, kemarin.

Kedai yang hits di kalangan milenial itu juga menyajikan berbagai macam varian maka­nan berat, ada Ayam Penyet, Ayam Bakar, Ayam Saus Bo­nyos, Ayam Saus Asam Manis, Nasi goreng, Nasi Baper Mie goreng dan varian Mie.

Tak cuma itu, menu makanan ringan tak kalah enak pun ada, mulai dari jamur crispy, tahu dadu, tempe saus bonyos, ce­ker goreng Bonyos dan ceker banjur Bonyos yang juga men­jadi salah satu menu andalan.

Yudha mengungkapkan, ke­dainya itu mengedepankan karakter rasa berbeda dari ayam yang pernah ada, teru­tama pada racikan sambal. Ia sengaja mempertahankan ciri khas sambal yang menjadi ka­rakter agar tetap jadi kunci tetap menjaga para pelanggan, utamanya para pencinta kuli­ner pedas.

Akhirnya pengunjung baru pasti balik lagi. Banyak testimoni yang membuat Kedai Ayam Sambal Bonyos tetap eksis, lantaran sambal yang menjadi pas di lidah para pen­gunjung.

“Pedas tapi ada ma­nisnya, itulah ciri khas sambal kami,” bebernya.

Sebagai bentuk pelayanan terhadap konsumen, kedai yang buka dari Senin-Sabtu jam 10.00-22.00 WIB itu juga bekerjasama dengan pihak jasa online, agar para tamu langganan yang tidak bisa ke kedai tetap bisa memesan semua menu via online.

“Bi­sa melalui ojek daring. Untuk yang penasaran, penggemar sambal bisa follow akun me­dia sosial instagram @ayam­sambal_bonyos yang akan mendapatkan lebih banyak lagi informasi mengenai Ayam Sambal Bonyos,” tutup pria berkacamata. (ryn/b/yok)