Jalan Martadinata Searah sampai September

by -345 views
SATU ARAH: Jajaran Dishub Kota Bogor mulai memberlakukan rekayasa lalu lintas di Jalan RE Martadinata karena pembangunan fly over yang kini memasuki tahapan pemasangan pier head.

METROPOLITAN – Dinas Perhubungan (Dis­hub) Kota Bogor mulai memberlakukan rekayasa lalu lintas di sekitar Jalan RE Martadinata, meny­esuaikan pekerjaan pembangunan flyover atau jalan layang yang kini memasuki tahap pema­sangan pier head. Sejak pekan lalu memang sudah diberlakukan rekayasa satu arah alias one way dengan waktu tertentu hingga perteng­ahan September.

Kepala Bidang Lalu Lintas (Lalin) pada Dishub Kota Bogor, Theofillio Francino Freitas, mengatakan, skema satu arah dengan re­kayasa jam pernah diterapkan beberapa bulan lalu saat pembangunan bahu jalan utama di sisi kanan-kiri proy­ek masih berjalan. Ketika sudah selesai, arus kembali dua arah.

”Kini kita berlakukan lagi karena kontraktor mau me­masang gear-head, sehingga harus dilakukan rekayasa lalu lintas,” katanya.

Selama pemasangan itu, sambung dia, Jalan Martadinata diterapkan rekayasa lalin mulai Senin hingga Jumat pukul 05:00 hingga 12:00 WIB berlaku lalu lintas satu arah dari Ci­manggu/Ciwaringin menuju Air Mancur. Sebaliknya, pukul 12:00 hingga 20:00 WIB lalu lintas satu arah dari Air Man­cur menuju Cimanggu/Ciwa­ringin. ”Tapi untuk sepeda motor masih bisa di dua waktu itu, menyesuaikan arus. Karena kan ada warga juga ke Jalan Pabaton,” ucap Theo, sapaan karibnya.

Ia menambahkan, khusus Minggu berlaku rekayasa se­baliknya lantaran menyesu­aikan kebijakan Car Free Day (CFD) yang diterapkan di Jalan Sudirman. Yakni pukul 08:00 sampai 12:00 WIB ber­laku lalu lintas satu arah dari Air Mancur menuju Cimang­gu/Ciwaringin. ”Siangnya baru ke arah Air Mancur. Kita si­tuasional melihat CFD juga. Jadi, arus saat CFD dari Jalan Ahmad Yani semua bisa ke (Jalan) Martadinata,” ungkap­nya.

Untuk itu, kata dia, petugas dishub akan ditempatkan di dua titik penutupan arus, ya­kni Air Mancur dan jalan de­kat Simpang Ciwaringin. Termasuk situasional jika terjadi kepadatan di kedua sisi. ”Supaya pengendara nyaman, ada yang mengatur lalu lintas. Jadi tidak salah,” papar Theo.

Ia berharap, pemasangan gear-head proyek yang diker­jakan PT Brantas Abipraya Persero itu bisa selesai tepat waktu. Sehingga kebijakan satu arah ini bisa segera di­cabut dan kembali normal dua arah dengan bantuan petugas di lapangan.

”Kalau mereka tepat waktu, tentu kita juga bisa pas buka lagi sesuai jadwal. Mereka sih targetkan 15-16 September sudah selesai. Jadi ditargetkan pertengahan bulan depan nor­mal kembali. Kita sih tergantung mereka. Mudah-mudahan tidak ada hambatan,” pungkas Theo. (ryn/c/yok/py)