Jalur Puncak II Dikuasai Pengembang

by -

BABAKANMADANG – Rencana pembangunan jalur Puncak II kembali menghangat setelah ada usulan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bahwa pembangunan untuk mengatasi kemacetan parah di jalur ini. Rencana ini ternyata bakal menguntungkan pengembang. Sebab, tanah di sepanjang kawasan yang dilewati jalur Puncak II sudah banyak dikuasai pengembang. Hal ini menentukan keputusan pemerintah pusat apakah akan menggelontorkan anggaran untuk jalur ini.

“Puncak II masih dikaji sosialnya. Karena semua tanah pengembang. Jadi kalau kita bangun jalan nasional, berarti saya anu (memberikan keuntungan) ke pengembang. Jadi sedang studi, apa kontribusi pengembang dalam pembangunan jalan ini?” kata Basuki.

Ia menjelaskan, bila jalur Puncak II dibangun, maka pihak yang paling diuntungkan adalah para pengembang. Seperti harga tanah dan hunian yang naik. Artinya bila infrastruktur jalan menggunakan anggaran pemerintah, maka akan menimbulkan ketidakadilan bagi masyarakat umum yang lebih membutuhkan ketersediaan infrastruktur jalan.

“Kalau nggak cuma dedicated (ditujukan) ke pengembang, nanti jadi salah. Uang publik dipakai untuk itu. nanti harus ada kontribusi pengembang, apa tanah saja? Kalau tanah sudah diberi, tapi begitu dibangunkan naik berapa kali lipat, kan enggak fair, kami mau fairness-nya (keadilannya),” kata Basuki. (dtk/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *