Jatim Dorong Ekspor Olahan Kopi

by -

SURABAYA, Jawa Pos – Untuk mendongkrak ekspor, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim berupaya meningkatkan kualitas produk olahan kopi. Kepala Disperindag Jatim Drajat Irawan mengatakan, upaya pengembangan produk kopi itu terutama dari sisi industri.

”Jadi, untuk para produsen kopi itu kami ingin kembangkan. Sebab, Jatim juga memiliki kopi yang khas sehingga perlu di lakukan upaya peningkatan kualitas industri,” ujarnya di sela Festival Kopi Jawa Timur yang diadakan di Grand City Rabu malam (8/8).

Keinginan untuk mendorong kopi khas Jatim tersebut ditunjang dengan produksi bahan baku. Jatim yang menempati urutan ke lima di Indonesia pada 2017 memproduksi sekitar 65 ribu ton dengan kontribusi rata-rata 10 persen terhadap nasional. Sentra penanaman kopi tersebar di Jember, Banyuwangi, Kabupaten Malang, Bondowoso, dan Kabupaten Blitar.

”Sesuai arahan gubernur, dari yang sebelumnya petik, kemas, dan jual, kini didorong untuk olah, kemas, dan jual,” tandasnya. Tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, potensi pemasaran juga besar. Namun, saat ini kopi yang diekspor mayoritas berupa biji kopi, bukan produk olahan.

”Hingga kini yang diekspor berupa biji masih sekitar 73,05 persen. Kedepan kami berharap ekspor olahan terus meningkat,” tandasnya. Pada 2018, ekspor kopi dan olahan kopi mencapai USD 187,09 juta. Sekitar 22,17 persen adalah olahan kopi.

Menurut dia, kalau ekspor olahan kopi meningkat, pelaku usaha bisa mendapatkan nilai tambah dari penjualan produk olahan kopi. Selain itu, salah satu yang menjadi perhatian adalah mengenai standardisasi kopi.

Saat ini di Surabaya ada UPT khusus yang mampu melakukan pengujian untuk semua parameter dalam SNI untuk kopi. Bahkan, selama dua tahun terakhir telah memfasilitasi sebanyak 109 pelaku UKM, baik terkait dengan SNI, merek, maupun kemasan.

”Hari ini selain pengolahan berupa roasting, kami melihat sampai tahap kemasan,” ungkap Drajat. Kemasan berpengaruh penting terhadap kegiatan pemasaran. Pihaknya memfasilitasi industri kopi olahan untuk memasarkan produknya ke berbagai kegiatan, baik di kabupaten/kota di Jatim maupun hingga luar pulau. Yang pemasarannya juga ditopang 26 kantor perwakilan dagang Jatim. (res/c12/oki)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *