Jembatan Situ Duit Nunggu Tumbal

by -
TAK ADA DANA: Jembatan Situ Duit yang menghubungkan Jalan Ahmad Yani dengan Simpang Warungjambu nampak tidak terawat. Pada 2020 sepertinya tidak ada anggaran untuk perbaikan jembatan tersebut.

METROPOLITAN – Konstruksi beberapa jembatan di seputar Kota Bogor rupanya cukup memprihatikan. Setidaknya ada tiga jembatan besar yang usianya sudah uzur dan terancam ambruk jika tidak mendapat penanganan. Di antaranya Jembatan Otista, Jembatan Sempur dan Jembatan Situ Duit.

Perbaikan Jembatan Otista mendapat suntikan dana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan rencananya bakal dibangun pada 2020. Sedangkan untuk Jembatan Situ Duit dan Sem­pur nampaknya harus menunggu lebih lama. Pada­hal, kondisi konstruksi kedua jembatan itu keropos di be­berapa bagian vital.

Kepala Bidang Pembangunan Jalan Jembatan Dinas Peker­jaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Wawan Gunawan, mengatakan, untuk revitalisasi Jembatan Situ Duit, pihaknya menyebut perlu ada koordinasi dengan pengelola Daerah Aliran Sung­ai (DAS) Ciliwung sebelum melakukan tindakan perbaikan jembatan yang menghubung­kan Jalan Ahmad Yani dengan Simpang Warungjambu itu.

”Makanya sekarang kita bu­atkan dulu kajian dan peren­canaannya. Itu pun realisasi­nya paling cepat dilakukan pada 2021, karena tahun depan kita nggak ada (ang­garan untuk) pekerjaan itu,” kata Wawan saat ditemui Metropolitan di bilangan Ja­lan Merak, kemarin.

Untuk sementara, sambung dia, penanganan masih ber­tumpu pada anggaran peme­liharaan sebagai langkah awal. Ke depan perlu kajian meny­eluruh terlebih dulu untuk menentukan tindakan, mis­alnya upaya dinaikkan penyangga eksistingnya atau ada perubahan konstruksi.

”Menunggu itu, kita lakukan perbaikan dulu sementara. Ya hasil kajian secepatnya lah. Mungkin bisa saja kita (buat) penguatan struktur, kan itu banyak. Pakai bronjong atau beton dengan sikluk. Tahap awal kita penguatan struktur dulu,” paparnya.

Sedangkan untuk penanga­nan perbaikan Jembatan Sempur, sambung dia, perlu juga kajian menyeluruh. Selain itu, kendala lain yakni revita­lisasi Jembatan Sempur tidak dimungkinkan pekerjaannya berbarengan dengan perbai­kan Jembatan Otista yang bakal dilakukan dalam ang­garan tahun depan.

”Kalau kita lakukan (perbai­kan) Jembatan Sempur juga di tahun yang sama, agak sulit karena pasti dampak lalu lintasnya luar biasa. Bakal macet ke mana-mana. Paling mungkin di 2021 atau 2022,” terangnya.

Dari kajian Detail Engine­ering Design (DED) yang su­dah ada sekitar dua tahun lalu, estimasi biaya untuk perbaikan Jembatan Sempur mencapai Rp40 miliar. Jumlah itu dipastikan membengkak jika nanti dilakukan dalam tempo dua tahun ke depan.

”Pasti ada penyesuaian lah DED-nya. Itu kan 2017 ya. Pasti disesuaikan dengan ta­hun anggaran pelaksanaan,” imbuhnya.

Sementara itu, Komunitas Peduli Ciliwung, Suparno Jumat, menuturkan, kondisi pondasi Jembatan Situ Duit sangat mengkhawatirkan. Terjadi pengikisan yang cukup parah lantaran usia bangunan sudah uzur. Belum lagi, ba­nyaknya tumpukan sampah di beberapa sudut memper­parah kondisi konstruksi.

”Sebagai pondasi objek vital sangat perlu mendapat per­hatian. Renovasi dan peme­liharaan sangat penting. Bisa dibayangkan kalau terjadi longsor. Akibatnya sangat berantai. Kerugian waktu, energi dan materi akan lebih banyak dirasakan masyarakat dan dunia usaha,” pungkasnya. (ryn/c/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *