Kami Ada, Kami Bisa

by -5 views

METROPOLITAN – Meski kekurangan fisik, Kusnandar tidak pernah berkecil hati. Pria yang akrab disapa Kusnandar Bren itu aktif sebagai anggota Pekerja Sosial (Peksos) Kota Bogor. Mimpinya, ia bisa menyejahterakan teman-teman penyandang disabilitas lainnya. Lantas seperti apa kisahnya? Berikut wawancaranya bersama Harian Metropolitan:

Sejak kapan Anda aktif sebagai Peksos Kota Bogor?

Sejak 2010 hingga saat ini.

Apa yang melatarbelakangi Anda mau bergabung dengan Pek­sos?

Awalnya saya ini tukang jahit di Lampung (pindah karena ikut istri). Pada 2008 kami pindah lagi ke Kota Bogor. Seiring berjalannya waktu, saya main ke Dinas Sosial Kota Bogor. Nah, di situ saya dibe­rikan pelatihan hingga diangkat menjadi relawan sosial.

Tugas Anda di Peksos seperti apa?

Lebih ke memotivasi dan men­cari teman-teman disabilitas di Kota Bogor. Jadi, mereka kita rekrut agar memiliki aktivitas untuk men­ghidupi keseharian mereka.

Sebagai anggota Peksos apa yang ingin Anda lakukan?

Mengangkat dan menyejahterakan teman disabilitas. Intinya, mem­buat mereka mandiri hingga ber­tanggung jawab untuk mencari ekonomi.

Bagaimana cara yang dilakukan?

Pertama, kita harus meyakinkan mereka agar percaya diri terlebih dulu meski kekurangan. Lalu, kita berikan bekal melalui pelatihan kegiatan yang bisa menghasilkan. Pelatihan ini disesuaikan kemam­puan dan keterampilan yang me­reka miliki.

Adakah target ke depan yang dimiliki?

Targetnya, mereka berhasil dan saya rasa pasti bisa. Yang terpenting, senangkan diri dulu baru bisa me­nikmati.

Bagaimana motivasi yang Anda berikan untuk teman disabilitas lainnya?

Motivasi ini bukan hanya untuk teman disabilitas, melainkan orang tua bahwa hidup sementara dan biarkanlah kalian terlibat dalam kegiatan atau kreativitas. Sebab, setiap orang mempunyai po­tensi dan tinggal digali. Sementara untuk pemerintah kami berharap bisa menjalan­kan dan menyosialisasikan UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas hingga tataran bawah. Kami ini ada dan ingin dihormati jika disabilitas pun bisa berprestasi layaknya orang biasa.(rez/py)