Kampung Kepo Ajak Ibu-ibu Deteksi Kanker Serviks

by -27 views

METROPOLITAN – Kepo dikenal dengan artian ”rasa ingin tahu”. Namun kini malah jadi singkatan baru. Di sebuah Kampung RW 11, Kelurahan Pasirkuda, Kecamatan Bogor Barat, baru saja dideklarasikan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sebagai Kampung Kepo dan menambah daftar Kampung Tematik yang dimiliki Kota Hujan.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor, Yane Ardian, mengatakan, Kampung Kepo lahir dari kepedulian seluruh pihak, termasuk PKK akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Sebab, jika kesehatan reproduksi tidak dijaga akan menimbulkan penyakit tidak menular yang sangat berbahaya, termasuk kanker serviks. Tercatat, kesadaran ibu-ibu melakukan Iva Tes masih di bawah 20 persen. ”Tidak semua ibu-ibu punya keberanian untuk memeriksa organ reproduksinya karena ada rasa takut, makanya butuh dukungan dari suami,” katanya.

Kampung Kepo ini, sambung Yane, merupakan kolaborasi untuk penguatan agar ibu-ibu memiliki keinginan dan keberanian untuk melakukan tes tersebut. Tak ayal, Kelompok Kerja 4 TP PKK yang mengurusi kesehatan membuat nama Kepo agar lebih familiar dan akrab di telinga masyarakat. ”Jadi, itu tercetus dari kelompok kerja 4 PKK yang akhirnya keluarlah kata Kepo itu,” ujarnya.

Yane mengakui Kampung Kepo belum ada di Indonesia alias Kota Bogor yang pertama mengus­ung tema kesehatan reproduksi. Kampung Kepo juga menjadi pioner dalam hal kepedulian terhadap kesehatan reproduksi wanita dan bisa menjadi contoh bagi kampung lainnya. ”Dipilihnya lokasi ini karena menjadi salah satu peserta lomba. Lomba PKK berjenjang, nanti Senin ada penilaian tingkat provinsi,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Rubaeah, memaparkan, Kampung Kepo menjadi bagian dari program Dinkes 2019. Di beberapa kelurahan, dinkes juga mencanangkan Kampung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). ”Kami harapkan ini menjadi contoh untuk wilayah lainnya. Dengan adanya Kampung Germas dan Kampung Kepo bisa menciptakan lingkungan bersih dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakatnya,” bebernya.(*/rez/py)