Keren, Komunitas Sapu Lidi Raih Penghargaan

by -19 views
KOMPAK : Komunitas Sampah Punah Lingkungan Dinamis (Sapu Lidi) asal Kelurahan Subangjaya Kecamatan Cikole mendapatkan penghargaan dari Bappeda Kota Sukabumi.

METROPOLITAN – Komunitas Sampah Punah Lingkungan Dinamis (Sapu Lidi) asal Kelurahan Subangjaya Kecamatan Cikole ini berhasil meraih penghargaan kompetisi inovasiĀ  penanggulangan kemiskinan Kota Sukabumi tahun 2019 yang diinisiasi Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kota Sukabumi.

“Komunitas Sapu Lidi adalah Komunitas yang bergerak dalam pengentasan sampah yang ada di lingkungan masyarakat. Komunitas kami punya moto Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh, sesuai dengan simbol sapu lidi,” ungkap ketua Komunitas Sapu Lidi, Andri Sopiyandi.

Lanjut Andri, tujuan dari komunitasnya yaitu ingin menyatukan masyarakat untuk membersikan lingkungannya sediri. Cara kerja dari komunitas tersebut adalah mencari spot yang kumuh akan sampah, ataupun menampung keluhan dari warga yang ingin mengentaskan kotoran sampah, yang kerap menggangu lingkungan mereka sendiri.

“Kita berkoordinasi dengan aparat setempat, baik RT atau RW yang punya wilayah atas persetujuannya, baru kami intervensi lingkungan tersebut agar tidak terjadi perbedaan paham,” lanjut Andri.

Komunitas Sapu Lidi sendiri berdiri sejak tahun 2016. Pengurus komunitas ini berjumlah 13 anggota, namun untuk partisipan yang ada di Kelurahan Subangjaya sendiri mencapai lebih dari 100 orang. Bahkan, ada lebih dari 200 partisipan yang berada di luar Kelurahan Subangjaya, yaitu seperti di Kelurahan Kebonjati, Kelurahan Cisarua, dan Kelurahan Selabatu.

“Sekitar 15 wilayah sudah kami garap, itu pun dengan kondisi ada yang mungkin sampai dua atau tiga kali intervensi ke wilayah tersebut. Untuk alat yang digunakan tidak selalu sapu lidi, tapi tergantung kebutuhan. Bisa pakai parang, golok atau mesin pembabatan. Karena bukan sampah saja yang kita bereskan, rumput tinggi atau pohon yang mengganggu jalan setidaknya bisa mengurangi kekumuhan wilayah yang kita intervensi,” jelasnya. (suc/suf)