Kerja Sama Soal SDM hingga Tata Kelola Air di Dramaga

by -
KERJA SAMA: PDAM Tirta Kahuripan menyepakati nota kesepahaman atau MoU dengan IPB soal SDM hingga tata kelola air di IICC, Botani Square, kemarin.

METROPOLITAN – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kahuripan meny­epakati nota kesepaha­man atau Memoran­dum of Understanding (MoU) dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) di IPB International Convention Center (IICC) Botani Square, Kota Bogor, kemarin (22/8).

Kedua instansi sepakat kerja sama beberapa poin, di antaranya soal pengelo­laan air minum di lingkungan kampus IPB Dramaga.

Direktur Utama PDAM Tirta Kahuripan Hasanudin Tahir mengatakan, suatu ke­banggaan bisa bekerja sama dengan kampus IPB lantaran bakal memberi banyak man­faat bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bogor itu. Apalagi perusa­haan pimpinannya itu masih punya banyak pekerjaan rumah yang mesti dirampungkan, namun tidak bisa diselesaikan sendiri.

”Cakupan layanan kita baru di 25 dari 40 kecamatan. Ini PR kami untuk kaver semua. Dengan MoU ini, tentu ada penguatan kami dari sisi SDM (Sumber Daya Manusia, red) hingga sistem penyediaan air minum,” katanya saat ditemui Metropolitan usai acara.

Untuk sisi SDM, PDAM Tirta Kahuripan dan IPB se­pakat dalam memberikan edukasi dan pengalaman dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat. Sebab, skema yang baik tanpa diiringi kompetensi SDM yang baik, dirasa tidak akan optimal.

”Selain itu, kami juga beru­paya menyelesaikan persoa­lan penyediaan air minum, tidak hanya di Kampus IPB Dramaga, tapi lebih luas un­tuk melayani masyarakat se­kitar. Ya lingkar kampus lah,” ujarnya.

Ada pula rencana IPB dalam mengembangkan rencana bisnis penyediaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), yang bisa dibantu oleh PDAM. ”Tugas kami ada dua, pe­layanan dan kontribusi PAD (Pendapatan Asli Daerah, red). Maka MoU ini menguatkan kami dari sisi SDM maupun teknis,” papar Hasanudin.

Di tempat yang sama, Rektor IPB Arif Satria menuturkan IPB butuh kerjasama lintas instan­si seperti PDAM Tirta Pakuan dalam bentuk kolaborasi men­jawab tantangan masa depan. Persoalan air menjadi penting, misalnya dalam pengelolaan di Kampus IPB Dramaga.

”Mahasiswa dan kebutuhan properti bertambah disana. Nah kita harus antisipasi hitung daya dukung wilayah, jangan sampai menyebabkan krisis lingkungan. Makanya kita harus libatkan pemerintah daerah, atau in­stansi yang dipercayakannya,” ungkap Arif.

Supaya persoalan air di kam­pus dan Dramaga pada umum­nya, bisa terselesaikan. Se­hingga tindak lanjut kerja sama ini nantinya tidak hanya menguntungkan IPB, tapi juga warga sekitar kampus. Apalagi PDAM menjadi pilar penting pada hajat hidup orang banyak.

Ia pun berharap, MoU ini akan berlanjut baik pada tahap tindak lanjut teknis dari ker­ja sama ini. ”Saya apresiasi sekali. Ini investasi peng­embangan tata kelola air. Jadi masalah air di Dramaga terselesaikan, tidak hanya kampus saja. Terpenting, tindak lanjut dari kerjasama ini,” tutup Arif. (ryn/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *