Kisah Seorang Kakek di Lampung yang Jadi Korban Bullying

by -22 views
Kakek Hamdan saat ditemui pihak kepolisian, Babinsa, dan Koramil | Foto: Ist

METROPOLITAN – Lampung Geh, Pringsewu, Kasus bullying yang menimpa Hamdan, seorang kakek di Lampung akhirnya akan diusut oleh Polsek Pardasuka, Polres Tanggamus. Insiden ini terungkap setelah video Hamdan saat di-bully oleh sejumlah pemuda di Pekon Rantau Tijang, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Lampung beredar luas di media sosial.

Dalam video berdurasi sekitar 17 detik tersebut terlihat sekelompok pemuda yang mempermainkan Hamdan. Sembari tertawa, para pemuda tersebut tega berlaku kasar dan berteriak pada seorang teman mereka yang menarik-narik baju Hamdan agar kakek tersebut digebuki.

Kapolsek Pardasuka, AKP Martono, mengatakan Hamdan merupakan seorang tunawisma yang biasanya beristirahat di gardu Poskamling dusun setempat. Bahkan pakaian kakek berusia 73 tahun tersebut juga berada di gardu tersebut. “Identitasnya bernama Hamdan, berprofesi bujangan. Kakek Hamdan tidak memiliki rumah di Pekon Rantau Tijang, namun ada keluarga di Pekon Pardasuka,” ujar AKP Martono.

Dari informasi yang dihimpun Lampung Geh, saat ini Hamdan telah dibawa ke asrama Polsek Pardasuka. Sedangkan pelaku masih dalam tahap pencarian.

Hamdan didampingi oleh keluarga serta didukung oleh sejumlah pihak yang peduli atas kejadian yang menimpanya, akhirnya memberanikan diri untuk membawa kasus ini ke jalur hukum. Ia pun melaporkan insiden penganiayaan yang dialaminya ke Polsek Pardasuka, Polres Tanggamus. Sebelumnya Hamdan tidak berani melapor karena merasa takut dengan sekelompok pemuda yang telah menganiayanya.

AKP Martono mengatakan laporan Kakek Hamdan telah diterima pihaknya pada Minggu (11/8).

“Laporan Kakek Hamdan tercatat dalam laporan nomor LP/B-367/VIII/2019/SEK PARDASUKA/RES TANGGAMUS/POLDA LPG,” kata AKP Martono dalam keterangannya, Senin (12/8).

Ketua Karang Taruna Citra Abhinaya, Ridho Dinata, mengatakan pihaknya menyayangkan perlakuan para pemuda yang mem-bully Hamdan. “Saat ini masih dalam proses penyidikan, menurut aparatur Pekon beberapa memang berdomisili di pekon tersebut, setelah beritanya viral pada kabur semua,” ujarnya saat dihubungi Lampung Geh, Senin (12/8).

Ridho menuturkan Hamdan sebelumnya memang tinggal nomaden, namun beberapa barang memang berada di gardu Poskamling tersebut. Menurutnya Hamdan tidak terlalu komunikatif untuk diajak berkomunikasi karena faktor usia. “Beberapa barang seperti selimut yang sudah tidak layak memang ada di pos ronda itu, untuk komunikasi dengan usia yang agak renta memang sedikit sulit karena menggunakan bahasa daerah,” ujarnya.

Ridho mengatakan Hamdan memiliki kerabat di Pekon Pardasuka dan sempat dibuatkan rumah oleh pemerintah daerah setempat. “Kakek ini punya ponakan di Pekon Pardasuka, Kakek Hamdan juga sempat dibuatkan rumah oleh pemerintah setempat dan diurus oleh ponakannya namun Kakek Hamdan memang tidak nyaman mungkin, makanya Kakek Hamdan berpindah-pindah. Itu menurut pengakuan pemerintah pekon saat saya tanya kemarin,” ungkapnya.

Menurutnya, informasi terakhir pada Minggu (11/8) Kakek Hamdan berada di Polsek Pardasuka. “Terakhir pada hari Minggu kakek Hamdan berada di Polsek Pardasuka” paparnya. Ridho dan beberapa rekannya juga sempat melakukan aksi cepat tanggap kemanusiaan terhadap Hamdan sebagai bentuk solidaritas pada Minggu (11/8).

“Salah satu bentuk solidaritas dan empati kepada kakek Hamdan, dari karang taruna memberikan pakaian layak, makanan, dan minuman sebagai bentuk berbagi di Hari Raya Idul Adha,” ujarnya.