Kontraktor Sesumbar Rampung Lebih Cepat

by -
MEGAPROYEK: Megaproyek pembangunan gedung perawatan Blok 3 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) akhirnya dimulai. Proyek tersebut diprediksi rampung pada Desember 2019.

METROPOLITAN –  Megaproyek pembangunan gedung Perawatan Blok 3 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kecamatan Bogor Barat senilai Rp89 miliar akhir­nya dimulai kemarin, setelah proses pembongkaran bangunan lama yang dikerjakan sejak 17 Juni itu rampung. Sorotan tajam dipastikan mengarah pada pembangunan tersebut lantaran hanya punya waktu kurang dari lima bulan untuk menghabiskan nilai yang fantastis demi membangun gedung empat lantai dengan 264 kamar itu.

Wali  Kota Bogor, Bima Arya, mengaku tidak main-main dengan proyek Rp89 miliar yang dilakukan PT Trikencana Sakti Utama itu. Sebab dalam perjalanannya, potensi ‘tidak mulus’ bisa saja terjadi. Ia bakal menga­wasi langsung proyek setiap hari agar bisa selesai tepat waktu dan tepat spesifikasi yang digunakan.

“Saya akan mengawasi langsung kegiatan ini supaya tepat waktu. Kedua, saya ingin memastikan, koordi­nasi manajemen RSUD Kota Bogor dengan kontrak­tor pelaksana untuk terus intens agar kualitas pembangunan terjaga se­suai spesifikasi semuanya,” bebernya kepada awak me­dia di lokasi proyek RSUD Kota Bogor, kemarin.

Suami Yane Ardian itu juga akan memastikan kehadiran Tim Pengawal Pengaman Pe­merintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor demi mengawal proses pembangunan, sehingga ber­jalan maksimal. Hal itu untuk menghindari berbagai masa­lah dalam pembangunan, baik teknis ataupun keuangan.

“Sudah saya delegasikan kepada manajemen yang Insya Allah segera definitif pada Oktober. Ini bukan pe­kerjaan mudah, karena awal Januari tahun depan harus rampung seluruhnya, 264 kamar bisa segera diman­faatkan warga,” papar Bima.

Sementara itu, Direktur Utama PT Trikencana Sakti Utama, Bambang Suparno, menuturkan, untuk menga­tasi mepetnya waktu peng­erjaan dirinya mengklaim punya skema yang diharap­kan bisa berjalan memenuhi target. Yakni membagi pe­kerjaan dengan tiga zonasi dengan tiga penanggung jawab yang berbeda. Bahkan untuk membangun struktur gedung empat lantai, Bambang menargetkan dua bulan bisa selesai.

“Skema paralel. Kita tar­getkan dua minggu bangun satu lantai, jadi empat lantai diharapkan dua bulan sele­sai. Ketika struktur lantai satu beres, lanjut struktur lantai berikutnya, sembari mengerjakan arsitektur bangunan lantai yang sudah jadi. Secara rasio, itu untuk mengejar waktu,” paparnya.

Untuk pekerja, ia memas­tikan pekerja akan bekerja hampir 24 jam untuk menge­jar target lima bulan rampung. Sebab, tidak baik jika pe­kerja bekerja 24 jam lalu rehat di hari berikutnya. “Kita buat tiga sif. Sampai jam 2 malam lah,” imbuhnya.

Bambang pun sesumbar jika pekerjaan akan selesai sebelum masa kontrak berakhir 27 Desember, yakni rampung pada 15 Desember 2019. Me­skipun tiga bulan terakhir di akhir tahun biasanya curah hujan cenderung tinggi. Tak hanya itu, ia juga akan me­mastikan kenyamanan pasien lain tidak akan terganggu saat proses pembangunan.

“Suara getaran kita mini­malisasi dengan sistem hi­drolik untuk pemasangan tiang pancangnya. Supaya nggak ganggu pasien. Ma­kanya kita kejar bangun struktur lebih cepat, takut keburu musim hujan. Artinya dari kontraktor, kami target­kan 15 Desember harus su­dah selesai,” tuntas Bambang. (ryn/c/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *