Kota Bogor Kekurangan Rumah Sakit Daerah

by -37 views

METROPOLITAN.id – Kebutuhan rumah sakit milik pemerintah daerah di Kota Bogor masih jauh dari harapan. Memiliki luas wilayah sebesar 118,5 hektare dengan penduduk sebanyak 1,06 juta jiwa, Kota Bogor baru memiliki satu rumah sakit umum daerah (RSUD) yang terletak di Kecamatan Bogor Barat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Rubaeah mengatakan, wacana pembangunan RSUD baru di Kota Bogor sudah ada sejak lama. Namun hingga kini tak kunjung terealisasi. Pihaknya sudah memetakan secara kasar beberapa kemungkinan soal wacana tersebut.

“Kalau mau cepat, kita ingin meningkatkan fungsi puskesmas jadi RSUD yang posisinya strategis dijangkau masyarakat. Kita tingkatkan posisi puskesmas saat ini yang memang sudah berfungsi sebagai puskesmas rawat inap,” kata Rubaeah.

Saat ini, akses masyarakat ke RSUD Kota Bogor memang terbatas lantaran berada di wilayah barat. Maka pihaknya ingin menambah RSUD di wilayah timur atau selatan Kota Bogor. Tapi ia buru-buru menekankan bahwa pembangunan RSUD baru perlu kajian mendalam terkait banyak hal.

“Diantaranya soal lahan pembangunannya. Harus koordinasi dulu, kira-kira kita (pemkot, red) punya aset dimana. Secara kasar, yang strategis memang di sekitaran Jalan R3,” ungkapnya.

Saat ini, kata dia, ada delapan puskesmas di Kota Bogor yang memiliki fasilitas rawat inap. Melihat lahan puskesma yang punya fasilitas rawat inap tersebut, yang sudah dikaji dan memungkinkan yakni Puskesmas Mekarwangi dan Cipaku, karena lahannya dinilai memungkinkan.

“Tingkat penghuninya juga tinggi. Puskesmas juga aman, kan tinggal dikembangkan (dibangun, red). Sudah punya kita. Nah memang kalau wilayah timur, yang memungkinkan sekitar R3, tapi lahannya belum,” terang Rubaeah.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto berambisi membangun RSUD lain di Kota Bogoe untuk memenuhi kebutuhan warga Bogor yang ada di wilayah timur dan Selatan. Sebab, selama ini warga di timur atau selatan kota lebih memilih ke RSUD Ciawi milik Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Tak hanya itu, Bima mengatakan bahwa 60 persen pasien yang datang ke RSUD Kota Bogor merupakan warga Kabupaten Bogor. Kondisi-kondisi tersebut menjadi alasan perlunya keberadaan RS baru di wilayah lain demi pemerataan.

“Kita ingin ada RS pemda disana karena kebutuhan kamarnya luar biasa tinggi. Mereka larinya ke RSUD ciawi atau ke swasta,” kata Bima.

Namun, rencana tersebut paling cepat baru bisa dilakukan perencanaan pada 2021 secara bertahap. Sebab persoalan lahan yang ditunjuk pun belum ada. Politisi PAN ini lebih condong untuk memanfaatkan aset milik pemkot ketimbang mengadakan lahan.

“Ada beberapa yang dibidik untuk pengadaan lahannya, tapi harus matangkan perencanaannya dulu. Sesuai tidak dengan tata ruang, pengembangan dan lainnya, tentunya kita ingin di aset kita,” pungkasnya (ryn/fin)