KPU Kepulauan Aru Belajar ke Bogor

by -35 views

METROPOLITAN – Jajaran Komisi Pemi­lihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, menyambangi kantor KPU Kabupaten Bogor, kemarin. Kedatangan mereka untuk sharing atau berbagi penga­laman terkait pencalonan kepala daerah jalur independen atau perseorangan.

Ketua KPU Kepulauan Aru, Mustafa Dar­akay, datang bersama komisionernya. Ke­pulauan Aru bakal menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak pada 2020. Dalam hajatan Di hajatan demokrasi lima tahunan itu, kemungkinan akan ada calon kepala daerah yang maju dari jalur perseo­rangan. Sementara selama ini, KPU Ke­pulauan Aru belum pernah menangani calon yang maju dari jalur independen.

”Kebetulan selama proses Pilkada, belum pernah ada calon yang maju lewat jalur in­dependen. Tapi di Pilkada 2020, kami mensi­mulasikan akan ada calon perseorangan. Makanya kami datang ke KPU Kabupaten Bogor yang sudah berpengalaman untuk sharing soal pengelolaan dan hal lain ter­kait calon independen,” bebernya.

Sebetulnya, regulasi soal calon independen yang digunakan dalam penyelenggaraannya sama saja. Akan tetapi, ia merasa ada hal lain yang perlu dipelajari dari pengalaman yang sudah ada sebagai masukan dan ben­tuk antisipasi ke depannya. ”Alhamdulillah tadi setelah silaturahmi banyak pengalaman yang bisa membantu kami ke depan,” ujarnya. Sejauh ini, KPU Kabupaten Bogor sudah beberapa kali me­nangani pencalonan bupati lewat jalur per­seorangan.

Di ajang Pilkada 2018, ada tiga pasang ca­lon bupati dan wakil bupati Bogor yang bertarung. Dua pasang di antaranya lolos persyaratan hingga menjadi calon dan satu pasang calon lainnya gugur lantaran tidak memenuhi syarat.

”Mereka belajar ke sini karena kita pernah menerima calon perseorangan dan dianggap lancar, apalagi jumlah penduduknya sang­at banyak. Jadi sharing soal bagaimana mengelola pencalonan perseorangan untuk meminimalisasi kemungkinan kesalahan ke depan,” kata Ketua KPU Kabupaten Bogor, Ummi Wahyuni.(fin/rez/py)