LRT Jabodebek Beroperasi Tanpa Masinis, 15 Kilometer 15 Menit

by -64 views

METROPOLITAN –  Proyek pembangunan Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek segmen Cibubur-Cawang memasuki tahap baru. Rencananya, transportasi cepat yang menempuh jarak 15 kilometer itu akan dioperasikan akhir Oktober 2019. Perkiraan, dengan beroperasinya LRT, penumpang hanya memerlukan jarak tempuh sekitar 15-20 menit.

Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk Budi Harto membenarkan hal tersebut. Kendati demikian, saat operasi awal akan menggunakan masinis terlebih da­hulu. Sehingga jarak antarke­reta (headway) relatif lebih lama. ”Nanti semen­tara yang dimaksud Ibu (menteri BUMN, red) pakai driver, jadi waktunya masih panjang. Nantinya sistem ini didesain headway-nya tiga menit,” katanya. “Dengan ada­nya masinis maka headway antara setengah hingga satu jam,” sambungnya.­

Budi meyakini operasi akhir Oktober bisa tercapai. Sebab, segmen ini progresnya sudah 85 persen dan hanya menyi­sakan pekerjaan tahap akhir. ”Rel sudah, listrik sudah, ting­gal kita menyelesaikan stasiun-stasiunnya saja,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, mengatakan berkaitan dengan tiket akan ditentukan Kementerian Per­hubungan (Kemenhub) dan PT KAI (Persero), selaku in­vestor dan operator. ”Nanti itu dengan Kementerian Perhu­bungan dan KAI,” katanya saat meninjau proyek LRT di Ci­bubur, Depok, kemarin.

Sebelumnya, Kepala Divisi LRT Jabodebek John Roberto mengatakan, besaran tarif untuk LRT Jabodebek ditetap­kan Rp12.000. Angka itu dite­tapkan setelah membanding­kan kemampuan masyarakat.

Ia menjelaskan, tarif LRT Ja­bodebek tanpa subsidi bisa mencapai Rp30.000. Namun pemerintah memandang tarif tersebut tidak terjangkau bagi masyarakat. ”Kita hitung sekitar Rp30.000-an. Tapi pemerintah memandang masyarakat itu mampu Rp12.000. Sehingga ditetapkan Rp12.000 tarif awal. Itu munculnya Rp12.000,” jelas­nya dalam acara Media Workshop Adhi Karya di Grandhika Hotel, Jakarta Selatan.

Rini melanjutkan, uji coba kereta itu akan dimulai Septem­ber 2019. Nantinya ada empat rangkaian kereta yang akan beroperasi di lintasan tersebut. Satu kereta terdiri dari enam kereta alias gerbong. Kemudian satu rangkaian bisa mengangkut sekitar 1.300 penumpang. Un­tuk perawatannya, nanti akan dilakukan di Stasiun Cibubur sambil menunggu depo jadi.

”Kenapa Cawang-Cibubur? Karena jaraknya cukup, tidak terlalu jauh. Dan di track ini itu kita memang bikin track yang lebih tinggi di sini. Se­hingga maintenance bisa tetap dikerjakan, biarpun belum ada depo yang besar,” tuturnya.

”Makanya kalau sampai men­goperasikan empat trainset, kita yakin bisa mengoperasi­kannya. Tapi tentunya ini semua masih harus ditingkatkan pembicaraan dengan Kemen­terian Perhubungan,” sam­bungnya.

Senada, Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk Budi Harto menyerahkan urusan tarif ke pemerintah. Sebab, Adhi Karya bertindak sebagai kontraktor. ”Itu nung­gu kontraktor. Saya kan seba­gai kontraktor saja,” tutupnya. (dtk/mam/run)