Mahasiswa Bikin Gaduh, Atang: Sah-sah Saja

by -31 views
TEROBOS: Sejumlah mahasiswa memasang spanduk berisikan tanda tangan litura DPRD Kota Bogor di sela pelantikan anggota DPRD Kota Bogor periode 2019-2024, kemarin.

METROPOLITAN – Kesa­tuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Bogor nekat menyerobot masuk di sela pelantikan anggota DPRD Kota Bogor periode 2019-2024, kemarin pagi. Masuknya se­jumlah mahasiswa itu untuk mengajukan penandatanga­nan pakta integritas lima tun­tutan rakyat (litura) kepada DPRD Kota Bogor.

Pantauan Metropolitan di lokasi, saling dorong sempat terjadi saat sejumlah maha­siswa memaksa menyerobot ke depan panggung untuk menemui pimpinan sidang kala itu. Sejumlah petugas coba mengamankan maha­siswa, namun gagal.

Sorak-sorai ’Hidup Maha­siswa’ santer terdengar di tengah prosesi pelantikan anggota dewan Kota Bogor. Namun ini hanya berlangsung tak lebih dari tiga menit. Usai mendapatkan tanda tangan pimpinan sidang, para ma­hasiswa langsung diamankan petugas.

Ketua KAMMI Bogor, Arif Sibghotullah, mengatakan, dengan ditandatanganinya pakta integritas tersebut, di­harapkan dapat membuat jajaran DPRD Kota Bogor lebih mementingkan kepen­tingan masyarakat. ”Kami tak ingin momen pelantikan ini malah menjadi momentum kematian aspirasi rakyat,” katanya.

Dengan ditandatanganinya pakta integritas tersebut, ia berharap menjadi tanda dan sinyal positif agar penyambung lidah rakyat bisa mengako­modasi harapan masyarakat. ”Tanda tangan pakta integri­tas ini sebagai bentuk kese­pahaman masyarakat dengan wakilnya di pemerintahan agar mereka siap menjalankan fungsinya,” terangnya.

Sekadar diketahui, pakta integritas litura DPRD Kota Bogor berisi lima tuntutan. Di antaranya bekerja jujur, adil dan profesional serta kri­tis dalam mengawal kebijakan pemerintah.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnan­to, mengaku cukup kaget dengan tindakan sejumlah aktivis mahasiswa yang ne­kat masuk ke tengah peng­ambilan sumpah dewan Kota Hujan.

”Yang jelas, saya cukup ka­get mereka bisa masuk ke ruangan. Tapi bagi saya nggak masalah, karena saya dulu mantan aktivis mahasiswa,” akunya. Atang menilai tinda­kan para mahasiswa itu sah-sah saja selama tetap men­jaga kondusivitas, adab dan etika. Ia sangat mengapresi­asi tuntutan yang termaktub dalam lima poin pakta inte­gritas yang diajukan maha­siswa tersebut.

”Ada beberapa poin yang menginginkan DPRD Kota Bogor bisa bekerja dengan baik dan memegang statusnya sebagai wakil rakyat,” tutupnya. (ogi/c/yok/py)