Maksimalkan Penetrasi Asuransi

by -70 views

JAKARTA, Jawa Pos – Penetrasi asuransi jiwa di tanah air hingga kini belum maksimal. Sudah beberapa tahun ini penetrasi asuransi bertahan di angka 2,9 persen. Ketua Dewan Pengawas Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon menutur kan, untuk mendongkrak penetrasi, pihaknya menyelenggarakan Top Agent Awards (TAA) 2019.

’’Kami berharap agen asuransi jiwa Indonesia dapat lebih termotivasi untuk meningkatkan prestasi kepada masyarakat, khususnya masyarakat kalangan menengah ke bawah dan tergerak untuk memiliki polis,’’ ujarnya setelah acara TAA 2019 AAJI pada Sabtu (10/8).

Director and Chief Distribution Officer PT Cigna Asuransi Indonesia Dini Maharani mengungkapkan, layanan digital juga mulai mengubah awareness publik terhadap asuransi. Selama ini ada idiom produk asuransi bukan produk yang dibeli, melainkan dijual. ’’Ternyata berangsur-angsur sudah terjadi shifting. Masyarakat sudah mencari produk asuransi.

Sebab, awareness terhadap kesehatan sudah tinggi. Artikel-artikel kesehatan sudah viral. Kesehatan sekarang sudah menjadi gaya hidup,’’ tuturnya. Cigna meyakini akan mencetak pertumbuhan signifikan untuk kanal distribusi keagenan sepanjang tahun ini.

Apalagi, layanan digital dan penetrasi para flying agent Cigna ke berbagai daerah di pelosok tanah air makin masif. ’’Kami optimistis hingga akhir tahun nanti pertumbuhan keagenan mencapai 40 persen. Makanya, kami yakin peringkat kami di AAJI akan terus meningkat,’’ ujar Dini.

Tahun lalu Cigna meraih pering kat ke-22 di ranking AAJI atau naik dari 2017 (posisi ke-25). Capaian itu ikut didongkrak kenaikan pendapatan premi dari keagenan. Cigna memulai kanal distribusi keagenan sejak 2015 untuk melengkapi kanal distribusi telemar keting dan kanal distribusi affinity marketing (mitra institusi keuangan dan non keuangan).

Menurut Dini, kontribusi dari kanal itu meningkat tajam setelah pada awal 2017 Cigna memperkuat agen-agennya lewat aplikasi digital yang dikenal dengan e-apps. Inovasi layanan aplikasi digital tersebut memang diluncurkan untuk mendukung pertumbuhan bisnis keagenan. Saat ini, dari 500 agen yang dimiliki Cigna, hampir seluruhnya telah menggunakan e-apps untuk melayani nasabah. Menurut Dini, flying agent mirip sniper di dunia militer. Mereka memiliki tugas khusus dengan pencapaian target jitu. (ken/c14/oki)

Loading...