DesmoDovi Selamatkan Wajah Ducati

by -154 views

SPIELBERG, Jawa Pos – Andrea Dovizioso sudah berkali-kali menang ketika berduel dengan Marc Marquez. Sama seringnya dengan kekalahan yang dia derita ketika bertarung siku dengan siku melawan sang juara bertahan MotoGP tersebut. Semua pengalaman itu menciptakan pola dalam benaknya. Dan tadi malam, pola tersebut dia manfaatkan lagi untuk menaklukkan Marquez di Red Bull Ring, Austria.

Saking terpolanya pertarungan Dovi versus Marquez, selalu saja tikungan terakhir pada lap penghabisan menjadi penentunya. Pada 2017, DesmoDovi (julukan Andrea Dovizioso) juga mengalahkan Marquez di tikungan yang sama di Red Bul Ring. Dua kali berduel di sirkuit yang sama, dua kali pula Marquez harus menunda pesta.

Kemenangan Dovi tadi malam WIB sekaligus mempertahankan status Ducati sebagai King of Red Bull Ring. Sedangkan bagi Marquez, sirkuit di Spielberg, Austria, itu tetap menjadi palagan yang belum mampu ditaklukkan. Kali keempat secara beruntun Ducati mengamankan kemenangan di GP Austria. Marquez sudah gencar menyerang sejak awal.

Bahkan, balapan lebih didominasi rider Cervera itu. Meski begitu, Dovi terlihat menyimpan kepercayaan diri tinggi di setiap manuvernya. Dengan menggunakan kombinasi ban medium-soft, rider Italia itu hanya berupaya menguntit Marquez yang memasang medium-medium sekitar tujuh lap.

Tujuannya tentu menjaga ban agar tetap memiliki cengkeraman cukup untuk bertarung di akhir lomba. Apalagi, dengan bertahan di belakang Marquez, Dovi bisa mengukur tingkat keausan ban belakang lawannya. Dalam beberapa kesempatan, motor Marquez terlihat bergoyang-gayang di bagian buritan. Belakangan Marquez mengakui salah memilih ban. Daya cengkeram ban medium sedikit lebih buruk jika dibandingkan dengan soft seperti yang dipilih Dovi dan Fabio Quartararo.

Kesalahan itu pula yang berdampak signifikan di tikungan terakhir. Begitu Marquez gagal melakukan late braking di tikungan tersebut, Dovi menancapkan motornya di sisi dalam tikungan. Saat keluar tikungan, ketika Marquez masih harus menemukan kembali jalur balapnya, Dovi sudah berakselerasi melakukan drag race terakhir menuju finis. Adegan pada lap terakhir itu persis dengan apa yang terjadi pada GP Austria 2017.

’’Itu tikungan terakhir, saya harus mencobanya!’’ ujar Dovi setelah balapan. Dovi finis 0,213 detik di depan Marquez. Sedangkan rookie fenomenal musim ini, Fabio Quar tararo (Petronas Yamaha), menyusul di posisi ketiga. Itu podium ketiga rider Prancis tersebut pada musim debutnya di MotoGP tahun ini. ’’Balapan luar biasa.

Kami memilih ban soft dan aku sama sekali tidak punya pengalaman dengan ban itu. Bahkan, saat memimpin balapan, aku tetap berusaha menjaganya (agar tidak cepat aus),’’ paparnya.

Tambahan 25 poin yang diamankan Dovi dari Austria hanya mampu memangkas 5 poin dari Marquez. Kini ke duanya terpaut 58 poin dan Marquez masih memimpin klasemen pembalap sementara.

’’Dovi melakukan tugasnya secara luar biasa. Kami melakukan kesalahan besar dengan pilihan ban belakang. Sebab, semua pembalap memasang soft yang memiliki cengkeraman lebih baik,’’ beber juara dunia tujuh kali tersebut.

Selanjutnya, balapan berlangsung dua pekan lagi (25/8) di Sirkuit Silverstone, Inggris. Tahun lalu race harus di batalkan. Musim ini, setelah diaspal ulang, sirkuit legendaris tersebut akan menjadi etalase persaingan top rider untuk mengganjal langkah Marquez mendulang gelar keenamnya di kelas premier. (nap/c4/cak)