Masih Verifikasi, Balon Kades Bisa Gugur

by -

METROPOLITAN – Pa­nitia Pilkades meyakinkan jika bakal calon (balon) kepala desa (kades) masih bisa gugur dalam penca­lonan. Sebab, saat ini ta­hapan Pilkades Serentak 2019 Kabupaten Bogor masih proses verifikasi administrasi. Hal tersebut diutarakan Ketua Panitia Pilkades Desa Leuwiliang, Rizky Multri Prayasa.

“Walaupun sudah mendaf­tarkan diri, mereka belum pasti bisa lolos menjadi calon kades. Karena pani­tia masih memverifikasi keabsahan berkas. Ketika berkas balon ada yang ku­rang atau tidak sesuai, mereka bisa dinyatakan gagal,” kata Rizky.

Meski demikian, menurut Rizky, kekurangan berkas masih bisa dilengkapi se­suai Pasal 52 Perbup 37 Tahun 2019 tentang tata cara pemilihan, pengang­katan dan pemberhentian kepala desa.

“Maksimal itu sampai 8 September 2019, mereka bisa melengkapi berkas. Setelah itu kita verifikasi selama 20 hari kerja. Dari situ baru ketahuan, apakah balon bisa lanjut menjadi calon atau tidak,” terangnya.

Kalaupun di wilayah atau desa memiliki balon lebih dari lima orang, tentu itu akan dilakukan tahap se­leksi tambahan berupa tes pengetahuan dan tertulis. “Kalau lebih dari lima orang bakal diadakan tes,” ujarnya.

Sekadar diketahui, proses pendaftaran balon kades sudah ditutup sejak Sabtu (24/8). Ada 46 balon kades yang mendaftarkan diri di Kecamatan Leuwiliang. Rinciannya, di Desa Pura­sari ada 5 balon, Leuwiliang ada 6 balon, Karehkel ada 6 balon, Karacak 5 balon, Cibeber I ada 7 balon, Ka­ryasari 2 balon, Barengkok 8 balon serta Leuwimekar ada 6 balon.

Sedangkan di Desa Pa­bangbon yang baru mendaf­tar baru satu balon. Se­suai aturan Pilkades, balon yang maju di Pilkades tingkat desa minimal harus ada dua orang.

”Untuk itu, pihak desa memberikan tambahan waktu 20 hari kerja agar ada masyarakat yang mau mencalonkan diri sebagai calon kades,” kata Sekre­taris I Panitia Pilkades tingkat Kecamatan Leuwi­liang, Ivan Pramudia. (ads/b/rez/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *