Menang Besar tanpa Neymar

by -264 views

PARIS, Jawa Pos – ’’Neymar, cassetoi!’’ Ya, begitulah tulisan dalam salah satu spanduk yang dibawa kelompok ultras pendukung Paris Saint-Germain (PSG) di Parc des Princes, Paris, kemarin WIB (12/8). Artinya kira-kira: ’’Pergilah, Neymar!’’. Chant yang mengejeknya sebagai ’’Anak pelacur’’ juga terdengar.

Padahal, tidak ada nama Neymar dalam komposisi Les Parisien, julukan PSG. Tetapi, pendukung PSG tak mau melihat pemain termahal dunia itu kembali ke Camp des Loges, kamp latihan PSG. ’’Susah untuk menghentikannya (hujatan ke Neymar). Saya tak dapat berkata apa-apa,’’ ucap entraineur PSG Thomas Tuchel seperti dikutip L’Equipe.

’’Saya tak mendengarnya langsung. Saya mengetahuinya ketika ditelepon keluarga saya setelah laga,’’ tambah Tuchel. Yang Tuchel tahu, kondisi Neymar belum 100 persen fit setelah pulih dari cedera engkel. Di satu sisi, dia bisa memahami reaksi fans PSG. ’’Tak semuanya senang dengan sikap ataupun perkataannya (Neymar),’’ ungkap mantan der trainer Borussia Dortmund itu.

Tuchel tak mau terlalu jauh mengomentari rumor transfer yang belum menjauhi Neymar. Terutama dengan duo Clasico, Real Madrid dan Barcelona. ’’Neymar saat ini masih pemain kami, pemainku, dan saya selalu melindungi pemainku. Dia tetap di ruang ganti, masih di sini, dan saya melindunginya,’’ tutur tactician 45 tahun itu.

Tanpa Neymar, Thiago Silva dkk masih bisa menang besar pada pekan perdana Ligue 1. PSG menang tiga gol tanpa balas atas Nimes. Kylian Mbappe tetap menjadi penentu bagi PSG dengan 1 gol dan 1 assist. Gol Mbappe terjadi pada menit ke56. Lalu, dia menginspirasi gol Angel di Maria pada menit ke-69. Edinson Cavani membukanya terlebih dulu pada menit ke-24 melalui titik penalti. Nah, trio Mbappe, Cavani, dan Pablo Sarabia-lah yang menjadi formasi starter Tuchel.

Komposisi front three itu sudah dipakai dalam tiga laga terakhir. Satu di Trophee des Champions dan lainnya di laga uji coba pramusim kontra Sydney FC (30/7). Tanpa Neymar, Tuchel juga tak sulit meramu komposisi. Jika memakai 4-4-2, dia menurunkan duet Mbappe dan Cavani. Jika 4-3-3, pilihannya Sarabia atau Di Maria untuk menemani Mbappe dan Cavani.

Bisa lebih bagus jika tanpa Neymar? ’’Bergantung seberapa jauh kami mencoba,’’ kata Mbappe kepada Canal+. ’’Tapi, kami tak bisa berbohong. Kami pun harus melihat apa yang terjadi dengan Neymar,’’ ujarnya. ’’Kami bukan tim yang sama saat tanpa Neymar. Begitu pula saat bersamanya. Kami melakukan yang terbaik bagi fans,’’ beber Donatello, julukan Mbappe.

’’Kami sangat dekat dengan Neymar. Dia pemain yang memberikan banyak kontribusi buat PSG. Musim lalu dia mencetak gol di beberapa momen penting,’’ bela gelandang PSG Marco Veratti kepada L’Equipe. Kemarin media-media Spanyol melaporkan, pengacara Neymar Juan de Dios Crespo berada di kantor Barca.

Dialah orang yang ’’mengantar’’ Neymar ke PSG dengan fee EUR 222 juta (Rp 3,5 triliun) musim panas 2017. Di sisi lain, Los Merengues, julukan Real, juga belum menutup pintu masuk bagi bomber timnas Brasil tersebut. ’’Neymar tidak ada dalam skuad kami. Tetapi, sampai 2 September (batas waktu transfer musim panas La Liga), segalanya bisa terjadi,’’ klaim entrenador Real Zinedine Zidane. (ren/c19/bas)