Mendikbud Maksimalkan Anggaran Pendidikan

by -62 views

METROPOLITAN-  Komitmen pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan akan terus diasah. Termasuk menjaga konsistensinya mengalokasikan anggaran 20 persen dari APBN.  Sekaligus mengoptimalkan anggaran fungsi pendidikan yang jumlahnya mencapai Rp 429,5 triliun.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, pihaknya terus berupaya membuat anggaran fungsi pendidikan lebih optimal dan melakukan sinkronisasai dan pemanfaatan anggaran agar lebih tepat sasaran.

“Perlu mekanisme pelaksanaan dan pengawasan yang baik agar penggunaan anggaran fungsi pendidikan dapat lebih dirasakan dampaknya,” ujar dia.

Guna mewujudkan hal itu, Kemendikbud menggandeng pihak terkait seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, dan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk mengawal distribusi Dana Alokasi Umum (DAU) serta Dana Alokasi Kusus (DAK).

Selain menggandeng pihak luar, pengawasan dari dalam juga dioptimalkan melalui aparat pengawasan intern pemerintah. Masyarakat dan legislatif juga diajak turut mengawasi melalui Neraca Pendidikan Daerah yang dapat diakses di npd.kemendikbud.go.id.

Kemendikbud juga berupaya memberikan Dana Alokasi Khusus yang tepat guna dan sesuai sasaran.

DAK fisik yang tepat guna dan sasaran menurut Mendikbud menjadi kunci membangun pendidikan yang lebih baik.

Contoh penggunaan tepat sasaran adalah membantu sekolah yang kondisinya sangat buruk agar menjadi sangat bagus. “Karena itu, dananya fokus jangan diecer. Kalau fokus ke satu sekolah yang membutuhkan, bisa itu. Membangun dari pinggiran, dimulai dari yang paling parah, paling rusak, kemudian menjadi bagus,” kata Menteri Muhadjir.

DAK fisik sebesar Rp 16,7 triliun yang juga ditujukan untuk pemerataan mutu layanan pendidikan. Tujuannya adalah menjadikan sekolah bermutu ada di mana saja. Ada 6 target DAK fisik sektor layanan pendidikan yang meliputi, Rehabilitasi dan pembangunan 31.812 ruang kelas; Rehabilitasi dan pembangunan 2.200 unit perpustakaan sekolah; Rehabilitasi dan pembangunan 4.625 unit laboratorium dan ruang praktik siswa; Penyediaan 1.112 paket alat praktik siswa SMK; Pembangunan 30 unit baru prasarana gedung olahraga; Pembangunan dan rehabilitasi 50 unit perpustakaan daerah.

Diharapkan penyaluran DAK fisik bisa meningkatkan layanan pendidikan daerah. Didukung kebijakan zonasi layanan pendidikan, hasil akhir nanti akan menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Terapkan zonasi pendidikan Penerapan kebijakan zonasi telah dilakukan bertahap sejak 2016, diawali dari ujian nasional. Zonasi selanjutnya ditujukan untuk penerimaan peserta didik baru.

Menurut Mendikbud, sistem zonasi adalah solusi percepatan pemerataan kualitas pendidikan. “Perpres-nya nanti berupa Perpres zonasi pendidikan. Nanti semua yang berkaitan dengan pendidikan akan ditangani berbasis zonasi,” ujar Mendikbud.

Ia melanjutkan, kebijakan zonasi akan terus dilakukan karena kebijakan ini adalah langkah stratagis memajukan sistem pendidikan. Hal itu dilatarbelakangi adanya kesenjangan pendidikan antardaerah serta belum meratanya kualitas dan kuantitas sekolah. (kps/feb/py)