Nobat Solusi Atasi Maraknya Prostitusi

by -

CIAWI – Keprihatinan terkait maraknya prostitusi di kawasan Puncak mendapat sorotan dari kalangan mahasiswa. Mereka mengharapkan campur tangan pemerintah, agar praktik asusila tersebut bisa segera diakhiri atau setidaknya diminimalisir. Ketua BEM Universitas Djuanda Bogor, Muhamad Arifin, menegaskan, program nongol babat (nobat) termasuk program unggulan bupati Bogor dalam upaya menertibkan tempat-tempat prostitusi yang ada.

Hal ini jadi salah satu upaya untuk membina umat agar terhindar dari penyakit sosial. Tentunya hal ini perlu didukung banyak kalangan, mengingat sudah maraknya prostitusi di 40 kecamatan di Kabupaten Bogor, khususnya di daerah Puncak Cisarua.

“Kami sangat mendukung program bupati nongol babat karena memang sudah saatnya pemda berani untuk menertibkan tempat-tempat prostitusi, tidak lagi tebang pilih apalagi melindunginya demi kepentingan tertentu oleh beberapa oknum,” katanya.

Dia juga mengatakan, mahasiswa mengapresiasi tetapi juga harus ada progres terkait dengan penertibannya. Karena begitu banyaknya tempat-tempat prostitusi baik yang sudah menjadi rahasia umum maupun warung remang – remang yang hanya segelintir orang yang tahu. “Kami berharap, Pemkab Bogor, segera menetibkan tempat prostitusi diPuncak Cisarua dan Kecamatan Parung yang kondisinya sudah begitu marak dan memprihatinkan,” harap Arifin.

Ketua BEM Polbangtan Bogor, Hermansyah, membeberkan, salah satu penyebab maraknya prostitusi adalah karena himpitan ekonomi. “Kesulitan ekonomi yang menimpa seseorang terutama keluarga yang broken home menjadi pemicu utama maraknya kegiatan haram tersebut,” pungkasnya. (ash/b/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *