Pabrik Garmen Bangkrut Telantarkan Ratusan Karyawan

by -3.1K views

METROPOLITAN – Ratusan karyawan PT Sahabat Unggul International (SUI) atau se­belumnya bernama PT Mick­ey Busana di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Tanahsa­real, terpaksa gigit jari.

Semua ini terjadi lantaran tempat mereka bekerja bang­krut alias gulung tikar. Tutup­nya perusahaan ini sudah terjadi sejak Jumat (9/8). Namun manajemen baru memberikan keterangan ke­pada pegawai, Senin (12/8).

Ratusan pekerja yang dip­astikan bakal menjadi peng­angguran baru itu tidak me­rasa keberatan lantaran hal tersebut kewenangan mana­jemen. Namun, pekerja me­minta gajinya sejak Mei se­gera diberikan dalam waktu dekat.

Seorang pegawai Bagian Produksi PT Sahabat Unggul International, Desi, memper­tanyakan ke mana upah yang harus diterimanya sejak Mei. Perusahaan pun menjanjikan akan membayar upah pada September.

“Dari Mei kami belum terima gaji. Katanya sih dibayarnya September, tapi kami nggak tahu deh be­nar atau tidak,” kata Desi.

Wanita yang sudah bekerja 20 tahun ini hanya meminta kejelasan kapan bisa mene­rima haknya selama ini. “Ga­jinya memang tidak seberapa, cuma Rp2,3 juta per bulan. Tapi kan lumayan buat nutup kebutuhan. Apa­lagi, kami belum gajian dua bulan ini. Terakhir terima THR ya satu kali gaji,” katanya.

Sementara itu, anggota Se­rikat Pekerja Nasional (SPN) Kota Bogor, Julian, membe­narkan kasus tersebut. Sekitar 300 karyawan hingga kini belum menerima upah kerja. Selama tidak menerima upah, karyawan hanya diberikan uang saku oleh perusahaan sebesar Rp150.000-Rp200.000 setiap pekannya.

“Upah karyawan pun bera­gam. Mulai dari tertinggi Rp2,3 juta per bulan, Rp1,9 juta dan ada Rp1,7 juta setiap bulan­nya,” bebernya.

Lalu, pihak PT Sahabat Ung­gul International belum bisa dimintai keterangan. Saat wartawan koran ini datang ke lokasi, manajemen tidak ada di tempat. (ogi/c/yok/py)

Loading...