Pecahkan Rekor Dunia, Sabet Emas di Kanada

by -
MEMBANGGAKAN: Sahari Dumaini Sinarmo (tengah)atlet Indonesia yang berhasil menjuarai World Masters Weightlifting Championship 2019.

METROPOLITAN – Indonesia harus berbangga hati. Atlet angkat besi, Sahari Dumaini Sinarmo, berhasil menjuarai World Masters Weightlifting Championship 2019 di Montreal, Kanada, untuk kategori kelas umur 45-49 tahun. Tak hanya itu, Sari juga berhasil memecahkan rekor dunia angkat besi di kelas master 48 kg.

Torehan itu diberikan Sari sebagai kado Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia. Ba­hkan, hasil jerih payahnya mendapat sambutan dari Kasa Usaha Ad Interim (KUAI RI) Pretoria, Afsel, Ardhya Er­langga Arby bersama wakil masyarakat Indonesia di Pre­toria di Bandara OR Tambo International Airport, Johan­nesburg.

Prestasi itu merupakan pen­capaian kerja keras wanita kelahiran Pakpak, Dairi, Suma­tra Utara, 17 Juni 1971 itu. Di kelas yang sama, pada kejua­raan IWF Masters World Cham­pionship of Olympic Weight­lifting di Barcelona, Spanyol, ia hanya merebut medali perak. “Saya sangat terharu dan ba­hagia karena membawa harum nama Indonesia. Gelar ini un­tuk kado HUT ke-74 RI,” kata­nya.

Kendati demikian, Sari men­gutarakan kekecewaannya atas kurangnya perhatian dan du­kungan dana dari pemerintah, khususnya Kementerian Pe­muda dan Olahraga (Kemen­pora). Meski telah berkali-kali menyampaikan keikut­sertaannya dalam kejuaraan yang telah diikutinya, Sari belum mendapat respons dari Kemenpora.

Sari berharap ada perhatian dan meminta dukungan se­penuhnya kepada pemerintah untuk mengakui dirinya se­bagai penyandang gelar mas­ters atlet angkat besi. Sehing­ga Sari dapat mempertahan­kan prestasinya untuk menda­patkan emas kembali dan bisa memecahkan rekor baru pada kejuaraan tahun berikut­nya di Jerman, 2020.

Sebelumnya, Sari pernah mempersembahkan perak un­tuk kelas 48 kilogram pada Kejuaraan Dunia IWF Masters World Championship of Olym­pic Weightlifting 2018 di Bar­celona. Sahari Sinamo meraih peringkat kedua setelah terting­gal dari atlet angkat besi Hongaria, pada kelas yang sama, ya­kni 48 kilogram. (bol/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *