Pelantikan Dewan tanpa Sekwan

by -0 views

METROPOLITAN – Pelantikan anggota DPRD Kabupaten Bogor periode 2019- 2024 hari ini tanpa didampingi sekretaris dewan (sekwan). Sebab, sampai kemarin posisi jabatan yang ditinggalkan Nuradi itu masih kosong. Agar operasional kesekretariatan DPRD tetap berjalan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menempatkan pelaksana tugas (plt) sekwan.

Pantauan Metropolitan, sehari sebelum pelantikan suasana gedung DPRD kabupaten ramai diisi para panitia yang sedang menyiapkan tenda dan sound system sebagai penunjang berlangsungnya pelantikan dewan yang baru. Sedangkan 55 anggota DPRD terpilih saat ini sedang menjalani karantina di Lorin Hotel Sentul. Mereka semua akan berangkat dari Hotel Lorin bersama-sama menuju gedung DPRD Kabupaten Bogor untuk pelantikan pada pukul 10:00 WIB.

Soal kekosongan jabatan sekwan, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Muhammad Romli meminta Pemkab Bogor mengisinya. Politisi PPP yang juga terpilih lagi sebagai anggota dewan itu menginginkan ada percepatan pengisian sekwan. “Entah itu dari yang ada, atau open bidding ya silakan. Kita pada prinsipnya siapa pun, intinya dewan terbuka,” kata Romli.

Sebagai pimpinan, Romli mengatakan bahwa memang kursi jabatan sekwan perlu diisi orang yang fleksibel. Sebagai pejabat yang menjembatani legislatif dan eksekutif, posisi sekwan dinilai sangat krusial. “Bupati juga paham siapa orangnya. Apalagi yang mampu menjadi penghubung dan yang bisa menempatkan diri yang mana untuk melayani DPRD, serta tentunya kaitan dia sebagai eksekutif,” bebernya.

Di luar itu, Romli meyakini bahwa meskipun saat ini jabatan diisi plt, hal itu tidak akan mengganggu jalannya proses pelantikan. “Kan sudah ada aturannya. Ada sistem yang sudah berjalan. Tapi kita harapkan sih sebelum pelantikan sudah ada (sekwan, red),” jelasnya.

Disinggung soal itu, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan mengatakan, dalam waktu dekat jabatan tersebut bisa terisi. Meskipun itu belum terlihat dalam hasil open bidding Eselon II yang belum lama ini keluar. “Mungkin masuknya assessment. Ini akan wise, yang kita dorong ini adalah orang yang bisa berkomunikasi dua arah yang bagus. Dewan dengan pihak lain. Kita sudah ada orangnya, senior di Pemkab Bogor,” kata Iwan.

Namun secara rinci, Iwan belum ingin mengatakan siapa orang yang bakal mengisi posisi sekwan tersebut. Iwan menilai sekwan memiliki pekerjaan dua kaki. Bagaimana cara membangun komunikasi tersebut. “Satu sisi melayani dewan, satu sisi lagi dia harus melaporkan ke bupati. Yang penting sekwan itu harus diterima baik dengan teman-teman dewan dan bisa menerjemahkan apa yang diinginkan bupati,” pungkasnya. (cr2/c/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *