Pembongkaran Gedung Blok F Terkendala Finishing

by -40 views

METROPOLITAN – Setelah tertunda bertahun-tahun, pembangunan gedung Blok F Pasar Kebonkembang milik Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) akhirnya terealisasi tahun ini.

Kini gedung sentra tekstil Kota Bogor itu sudah rata dengan tanah, setelah pembongkaran mulai dilakukan sejak awal Juli. Mendekati akhir Agustus, proses pembongkaran belum sepenuhnya ram­pung lantaran tumpukan puing-puing masih meng­gunung di lokasi proyek. Pembongkaran yang dilakukan PT Setia Jaya Tekhnik itu dimulai sejak 8 Juli dengan masa kontrak 40 hari dan pagu Rp275 juta.

Kepala Unit Pasar Kebon­kembang Sulhan Kelana Bumi mengatakan, hingga mendekati akhir bulan ini, progres pembongkaran secara umum sudah selesai dan tinggal menyelesaikan tahapan finishing, atau peng­angkutan sisa-sisa pembong­karan bangunan.

”Sekarang sudah finishing. Sudah selesai (pembongkaran), sedang pengangkutan sisa bangunan,” katanya saat di­temui di kantor Unit Pasar Kebonkembang, kemarin.

Ia menargetkan, proses fi­nishing sudah bisa selesai pada awal pekan depan. Se­hingga pemenang beauty contest bisa segera masuk untuk melakukan pembangu­nan. ”Minggu atau senin su­dah harus beres lah. Harapan­nya awal September bisa masuk membangun,” ujarnya.

Mantan kepala unit Pasar Bogor itu mengaku, pembong­karan harusnya lebih cepat lantaran PD PPJ mendorong PT Mulyagiri sebagai pihak ketiga pembangun, bisa me­nyelesaikan pembangunan gedung empat lantai itu lebih cepat dari target.

”Dalam KAK (Kerangka Acuan Kerja, red) 18 bulan ya. Tapi pemborong memberi sinyal untuk membereskan peker­jaan selama setahun. Semen­tara pedagang eksisting jualan di TPS (Tempat Penampungan Sementara, red) di Jalan Dewi Sartika, lorong antara Blok F-B dan sebagian Nyi Raja Permas,” terang Sulhan.

Proyek terbengkalai itu akhir­nya bisa terlaksana tahun ini setelah ada kesepakatan an­tara pedagang dan PD PPJ, dimana perusahaan pelat merah dan PT Mulyagiri KSO PT Mayasari Bakti Utama selaku pengembang meny­epakati poin-poin yang diing­inkan pedagang. Di antaranya perubahan luas kios dari 1,5×2 meter menjadi 2×2 meter. Kemudian soal ketinggian lantai Blok F yang hanya 80 sentimeter dari permukaan Jalan Dewi Sartika.

”Kami juga diberi kelelua­saan untuk pengocokan kepe­milikan kios. Pedagang juga diberi prioritas untuk mem­beli kios yang posisinya paling depan,” kata Sekretaris Paguy­uban Blok F Edy Junaedi.

Tak cuma itu, pengembang juga berkomitmen untuk me­nyesuaikan luasan kios pe­dagang eksisting nantinya dan berjanji akan ada penyesu­aian dengan keinginan peda­gang. ”Kalau pedagang me­rasa kurang bisa ambil kios sebelahnya. Makanya kami komitmen mengawal revita­lisasi Blok F hingga rampung. ”Kami juga berharap PDPPJ dan pengembang juga me­megang komitmen,” pung­kasnya. (ryn/c/yok)