Penjual Gillette Palsu Terancam Denda Ratusan Juta Rupiah

by -3,967 views

METROPOLITAN – The Gillette Company LLC (Gillette) menanggapi serius aduan masyarakat mengenai peredaran produk palsu yang diduga memiliki persamaan dengan pisau cukur Gillette Blue II dan Goal II di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Gillete bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia telah melakukan penyuluhan dan sosialisasi terhadap toko-toko yang menjual produk pisau cukur yang diduga melanggar tersebut.

Dalam kegiatan penyuluhan dan sosialisasi kali ini, Gillette bersama polisi memberikan informasi kepada toko-toko mengenai perbedaan antara produk pisau cukur asli dan produk pisau cukur yang diduga melanggar UU Merek. Mengingat kegiatan itu bersifat persuasif, polisi tidak melakukan penyitaan walaupun pada praktiknya ditemukan ada produk pisau cukur yang diduga melanggar.

Meski demikian, apabila di kemudian hari toko-toko tersebut dan toko-toko lainnya diketahui masih menjual produk pisau cukur yang diduga melanggar, Gillette tidak akan segan-segan untuk menempuh upaya hukum. Antara lain, berdasar Undang-Undang No 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis (UU Merek).

Hal itu mengingat Gillette akan selalu melindungi para konsumen setianya dari peredaran dan penjualan produk pisau cukur yang diduga melanggar melalui penegakan hukum. Sebagaimana diketahui, kegiatan memproduksi pisau cukur yang diduga melanggar tanpa persetujuan Gillette selaku pemegang hak merek merupakan pelanggaran atas UU Merek dan dapat dipidana penjara maksimal 5 tahun dan/atau denda maksimal Rp 2.000.000.000.

Sementara itu, penjual produk pisau cukur yang diduga melanggar juga termasuk pelanggaran UU Merek yang dapat dipidana kurungan maksimal 1 tahun dan/atau denda maksimal Rp 200.000.000. Karena itu, Gillette akan terus meningkatkan pengawasan terhadap produk-produknya, baik secara online maupun offline, untuk memberikan kenyamanan terhadap para konsumen setianya di Indonesia. (tih/c19/wir)