Perhutani Bogor Kelola Sebelas Wisata Alam

by -123 views

METROPOLITAN – Perum Perhutani Kesatuan Pemang­kuan Hutan (KPH) Bogor men­jadi salah satu instansi yang dipercaya untuk mengelola keindahan alam di Bumi Tegar Beriman. Dengan memiliki sebelas destinasi wisata alam, Perhutani menilai bahwa Ka­bupaten Bogor telah diberikan keberkahan dengan alam yang sangat memanjakan mata.

Manajer Bisnis KPH Bogor Iwan Rahmawan menjelaskan Perhutani selalu mencoba memberikan pengalaman wi­sata alam di setiap lokasi yang ada. “Kita tidak hanya menya­jikan keindahan alam saja, tapi wisata kita itu juga memi­liki fasilitas pendukung se­perti rumah pohon, spot untuk foto yang atau disebutnya ins­tagramable spot,” katanya.

Kawasan wisata yang berada di bawah Perhutani juga dija­dikan tempat untuk member­dayakan masyarakat di sekitar lokasi wisata. Melalui Lem­baga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), warga juga dapat berkontribusi memajukan lo­kasi wisata yang ada di wilay­ahnya. “Melalui prinsip Peng­elolaan Hutan Bersama Masy­arakat (PHBM), kita ingin masyarakat juga ikut menjadi salah satu faktor penggerak dan juga penjaga alam, yang ten­tunya akan memberikan profit kepada mereka,” terangnya.

Perhutani juga menggandeng investor untuk ikut melestari­kan alam dan juga membuka potensi wisata yang ada. Te­tapi tentunya dengan investa­si yang masuk tidak boleh merusak ekosistem alam dan juga lingkungan hidup di seki­taran hutan tersebut. “Kalau dengan pihak investor itu me­mang invovasinya cukup baik. Tapi kita tetap menjaga hutan, karena kita tidak ingin menja­dikan hutan sebagai sapi perah yang menghasilkan keuntung­an semata,” tegasnya.

Wisata yang sejauh ini men­jadi primadona bagi wisatawan lokal maupun luar daerah ada­lah air terjun (curug, red). Curug yang menjadi andalan adalah Curug Leuwihejo, Cipamingkis, Cibeureum dan Ciherang. Iwan juga mengingatkan bahwa ke­indahan alam dan juga pesona wisata alam yang ada di Kabu­paten Bogor bisa kapan saja hancur. Hal itu diakibatkan tangan manusia tentunya. “Kami selalu mengimbau ke­pada para pengunjung agar menjaga keasrian alam kita, dengan cara membawa kem­bali sampahnya atau membu­ang pada tempatnya,” pung­kasnya. (cr2/c/els/run)