Persatuan dalam Bingkai Keberagaman

by -17 views
HANGAT: Anggota dan kader PMII Kota Bogor foto bersama narasumber usai mengikuti Diskusi Proklamasi di Warung Gumbira, belum lama ini.

METROPOLITAN – Kemerdekaan bangsa Indonesia tak luput dari peran ulama dalam berjuang melawan penjajah. 74 tahun sudah kemerdekaan Indonesia dijadi­kan refleksi oleh Pengurus Cabang (PC) Pergera­kan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Bogor sebagai penerus generasi muda Nahdlatul Ulama (NU).

Ketua PC PMII Kota Bogor Muhammad Hamzah men­gungkapkan, talk show Nu­santara bertema ‘Persatuan dalam Perbedaan dengan Semangat Kemerdekaan’ ini berlangsung di Warung Gum­bira, Kota Bogor.

“Acara ini untuk mempe­ringati jasa ulama nusantara kemerdekaan,” katanya. Ia melanjutkan, PC PMII Kota Bogor mengun­dang kepala Kes­bang Pol Kota Bogor Dadang Sugiarta Usman Azis dan Ketua PCNU Kota Bogor Ifan Haryanto.

Muhammad Hamzah juga mengungkapkan, bahwa ke­merdekaan ialah hak segala bangsa dan individu didalam­nya, maka tak ada lagi orang yang mempermasalahkan perbedaan asal masih menga­kui pancasila dan NKRI.

Ditempat yang sama, Ke­pala Kesbangpol Dadang Sugiarta juga penyampaian­nya, bahwa Pemkot akan berlari untuk menjadikan Kota Bogor sebagai kota paling toleran dan ramah HAM.

“Saya minta segenap masy­arakat dan khususnya maha­siswa PMII, berkerjasama untuk menjaga persatuan dan kesatuan yang ada di Kota Bogor,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketika Hafiz selaku moderator menying­gung soal ijtima ulama, Ifan selaku Ketua PCNU Kota Bo­gor menyampaikan sejarah sejarah ulama nusantara.

“Ulama-ulama nusantara telah jauh hari seblum kemer­dekaan ber ijtima’ bahwa In­donesia cocok memakai repu­blik, ijtima itu di adakan sekitar 1873, dan pancasila dan NKRI juga hasil kesepakatan ulama, sehingga sudah jangan diper­debatkan lagi,” singkat Kang Ifan, sapaan akrabnya.

Di akhir talkshow salah satu pemateri Usman Azis berharap, PMII terus mengasah intelek­tualnya. “PMII sebagai titisan kyai NU dan ulama Nusantara harus menjadi gudang intelek­tual untuk meredam isu isu kebangsaan dan harus dibe­dakan yg mana yg benar benar ulama bukan mereka yg menga­ku ngaku ulama,” harapnya. (ogi/b/yok)