Perubahan Bidang di Kementerian Dinilai Pemborosan

by -14 views

METROPOLITAN – Direktur Pendidikan Karakter Education Consulting, Doni Kusuma Albertus mengkritisi wacana perubahan bidang di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Perubahan berbagai bidang dinilai hanya akan menghamburkan anggaran tanpa memberi solusi berarti pada penyelesaian masalah pendidikan.

“Perubahan bidang bidang tertentu hanya menghabiskan biaya yang tidak ada gunanya. Yang menjadi persoalan bukan nomenklaturnya, tapi koordinasi dan sinkronisasi,” kata Doni. Doni menjelaskan, bahwa perubahan nomenklatur banyak menguras anggaran dari sisi logistik dan teknis. Seperti perubahan atribut, penamaan dan logistik surat menyurat.

“Sudah pernah dikalkulasikan waktu itu sekitar Rp500 miliar hanya untuk ganti nomenklatur. Istilah-istilah mulai atributnya di seluruh instansi pendidikan yang ada di seluruh Indonesia. Coba bayangkan,” papar Doni.

Berbeda jika pemerintah mengganti nomenklatur untuk kurikulum sistem pendidikannya. Pergantian tersebut memiliki esensi dan substansi menyasar ke program pendidikan, bukan hanya penamaan saja.

“Misalkan bidang kurikulum 2013 diubah tidak apa-apa karena program. Tapi kalau nama Lembaga resmi negara yang diganti ya itu adalah pemborosan sehingga kurang tepat sasaran,” tuturnya.

Untuk diketahui, di kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) periode kedua diisyaratkan akan terjadi perubahan bidang pada sejumlah kementerian. Di antaranya Kemendikbud akan berubah menjadi Kementerian Kebudayaan, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. (med/suf)