Sampah Disulap Jadi Uang

by -24 views
BANK SAMPAH : Sekcam Leuwiliang Ivan meninjau Bank Sampah di Desa Karacak, kemarin.

LEUWILIANG – Atasi permasalahan sampah rumah tangga, warga Kampung Cengkal, Rt 01/05, Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang giat menyimpan sampah di Bank Sampah Rongsokan Membawa Berkah (Rongkah).

Setiap dua minggu sekali, tumpukan sampah plastik, kardus, dan botol bekas dikumpulkan warga untuk ditimbang menjadi pundi- pundi uang.  Dalam setahun, tabungan sampah rumah tangga yang di kumpulkan nasabahnya mencapai Rp1,4 juta.

Ketua Bank Sampah Rongkah, Bunyanudin mengatakan, Bank Sampah mulai efektif sejak 2017. Hingga kini nasabahnya mencapai 100 orang. Tujuan didirikannya Bank Sampah agar masyarakat tidak membuang sampah rumah tangga sembarangan, tapi dipilah dan dikumpulkan hingga bisa menghasilkan uang.

“Dengan adanya Bank Sampah Rongkah, masyarakat bisa mengubah sampah menjadi berkah yang berharga,” ujarnya.

Ia menambahkan, warga menyerahkan sampah rumah tangga ke Bank Sampah setiap dua minggu sekali. Nanti, ada petugas yang mencatat dan menimbang. Setelah itu, dicatat pada buku nasabah.

“Setiap nasabah dalam waktu setahun bisa mendapatkan penghasilan paling kecil Rp1,5 juta. Semakin banyak sampah yang dikumpulkan semakin banyak penghasilan yang didapat,” bebernya.

Sekcam Leuwiliang Ivan menambahkan Bank Sampah yang ada di Desa Karacak merupakan bukti nyata  masyarakat sangat peduli terhadap lingkungan. Tak hanya lingkungan yang bersih sampah rumah tangga bisa menambah khususnya ibu rumah tangga.

“Bank Sampah di Desa Karacak jadi percontohan untuk desa lain,” tukasnya. (Ads/b/els)