Setelah Menikah Suami Memperlakukanku Seenaknya (4)

by -118 views

Setelah itu aku melanjutkan pekerjaan yang tadi malam belum selesai, sementara suamiku setiap harinya ter­bangun sekitar jam 12 an siang. Memang untuk peker­jaan rumahh tangga aku tidak pernah memikirkan karena ada asisten rumah tangga. Kebetulan kami tinggal di ruko, jadi lantai 1 kami pakai untuk kantor dan kami tinggal di lantai 2.

Rasanya tak pernah lagi aku me­rasakan tidur 8 jam dalam sehari setelah menikah bahkan sampai hari ini. Sekalipun aku sedang hamil anak kami, aku baru boleh istirahat setelah aku tak kuat lagi menahan sakit dan panas di pinggang.

Boro-boro aku merasakan enaknya dimanja suami saat hamil, yang ada setiap hari aku selalu menahan pe­rasaan dan air mata. Di saat aku hamil, aku jauh dari orang tua, suami pun seperti tak memahami akan susahnya seorang wanita yang sedang hamil. Dia akan marah-marah kalau aku tak mau diajak kerja malam dan aku tidur sebelum jam 12.

Mulutnya akan mulai mengeluarkan kata-kata yang membuat hati ini han­cur. Ketika itu terjadi aku hanya diam sambil menahan tangis. Ketika tak kuasa menahan air mata, aku akan lari ke WC atau ke kamar untuk menangis dan dia akan berkata bahwa aku tak perlu mengeluarkan air mata buaya.

Tuhan apa maksud suamiku ini ke­napa begitu kerasnya hati dia. Tak punya kah rasa kasihan di hatinya, aku juga lelah, aku butuh istirahat, aku ingin merasakan tidur lama se­perti dia. Kalau aku mengganggu tidurnya dia pasti akan marah. Seba­liknya, jika dia membangunkan aku bisa sampai tangan dan kakinya yang dia pakai dengan kasar.

Sungguh rasanya aku telah men­curahkan tenaga dan pikiranku untuk mengurusi kantornya, tapi rasanya tak ada artinya perbuatanku dimata­nya, yang ada dalam otaknya bahwa aku wanita yang bodoh dan pemalas. Padahal aku kerja setiap hari lebih dari 15 jam, itu pun masih dibilang pemalas.

Tak kurang rasanya aku berbakti pada orang tuanya, tapi apa yang aku dapat, dia sering melemparkan barang-barang ke mukaku, memukul kepalaku dan berkata-kata kasar, malah mengancam akan menceraikan aku kalau setelah aku mengurus urusan orang tuanya dan beralasan untuk tidak kerja di ma­lam hari.(Bersambung)

Loading...