Soal Guru Pensiun Diperpanjang, Ini Respons FGSI

by -5,544 views

METROPOLITAN- Pemerintah, dalam hal ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi, meminta para tenaga pendidik atau guru yang hampir memasuki masa pensiun untuk memperpanjang masa baktinya.

Ketua Dewan Pengawas Federasi Serikat Guru Indonesia (FGSI) Retno Listyarti menganggap hal ini bukan sebagai sebuah permintaan melainkan penawaran yang wajar. “Menurut saya, pemerintah menawarkan bukan mengharuskan, dan itu wajar saja,” ujarnya.

Namun, menurutnya hal ini tidak akan berjalan efektif karena tidak adanya timbal balik menarik yang ditawarkan pada para calon pensiunan guru itu. Guru yang masa baktinya diperpanjang, rencananya akan dibayar seperti tenaga honorer dan akan menerima uang pensiun setiap bulan, tanpa menerima tunjangan sertifikasi.

“Mungkin tidak ada guru yang bersedia, setelah pensiun mereka mungkin ingin menikmati kebersamaan dengan cucu-cucunya dan tidak mau dikejar-kejar administrasi mengajar yang rumit dan berat,” jawab Retno. Retno berpendapat, usia pensiun sekitar 60 tahun, merupakan waktu seseorang ingin beristirahat dari rutinitas pekerjaan dan menikmati masa tua bersama keluarga.

“Usia 60 tahun mungkin ingin istirahat. Kecuali, jika ada tawaran dibayar tunjangan sertifikasinya (satu kali gaji pokok) mungkin ada yang berminat,” ucapnya.

Dinilai tidak akan berjalan efektif, Retno menyebut ada opsi yang lebih mungkin untuk dilakukan guna menutup kekurangan jumlah tenaga pengajar ini, salah satunya dengan memberdayakan tenaga pendidik yang ada.

“Berdayakan guru yang ada untuk mengajar pelajaran yang gurunya pensiun,” kata Retno. Pilihan lain, pihak sekolah bisa mengangkat tenaga guru honorer untuk mengisi formasi yang kosong. Akan tetapi opsi ini akan membebankan anggaran keuangan sekolah, karena pembayaran guru honorer akan dibebankan pada dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang jumlahnya terbatas.

“Hanya saja bayar honorer berat bagi sekolah. Bingung diambil dari mana anggarannya. Karena dana BOS cuma bisa 15 persen bisa bayar honorer,” ungkapnya. (KPS/FEB)