Soroti Persoalan Desa hingga Gelar Kreasi Seni Anak Bangsa

by -

METROPOLITAN – Festival Desa 2019 sukses terselenggara di Joglo Keadilan Parakansalak, Desa Kemang, Kecamatan Kemang. Acara yang melibatkan Forum Civil Society Organization (CSO) menjadi penggagas agar terwujudnya penguatan masyarakat desa dan terbentuknya desa inklusi di Bumi Tegar Beriman.

Laporan : Hasan Yosan

Acara yang dihadiri direktur Penanganan Daerah Paska Konflik Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dan lima narasumber lainnya ini sekaligus merespons UU Desa Nomor 6 Tahun 2014 dan memenuhi mandat dari Ratifikasi Konvensi Hak Penyadang Disabilitas sesuai UU nomor 19 Tahun 2011. Adapun, Festival Desa 2019 ini merupakan implementasi awal dari komitmen berbagai pihak dan dikenal sebagai ruang publik yang bisa diakses oleh beragam unsur lapisan elemen masyarakat umum.

Karena itu, Forum CSO yang menghimpun Yayasan Satu Keadilan (YSK), Metamorfosis, Relawan Kesehatan Masyarakat (REKAM), Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika (ANBTI), Yayasan PEKA Indonesia (YPI) Jaringan Radio Komunitas (JRK) Jawa Barat melalui kerjasama kemitraan dengan Search For Common Ground (SFCG), Perkumpulan IDEA dan didukung Uni Eropa melakukan serangkaian kegiatan di 12 desa yang ada di tiga kecamatan.

Sejumlah kegiatan yang diselenggarakan sejak Mei hingga Juli 2019 itupun bertujuan memperkuat posisi pemerintahan desa dan masyarakat melalui pengarusutamaan gender dalam perencanaan partisipatif pembangunan desa.

Anggota Forum CSO Syamsul Alam Agus mengatakan, program penguatan kelembagaan desa yang telah dilakukan sejumlah CSO tersebut bertujuan untuk memastikan konsep dan perencanaan pembangunan di desa dapat melibatkan masyarakat berpartisipasi seluas-luasnya.

“Terkhusus kepada mereka yang rentan mendapatkan diskriminasi karena konstruksi sosial dilingkungan masyarakat atau karena kapasitas pemerintahan desa-nya dalam perumusan program dan pengelolaan yang mengabaikan prinsip-prinsip utama yang terkandung dalam UU Desa,” paparnya kepada Metropolitan.

Tata kelola pemerintahan desa yang menganut prinsip-prinsip inklusi dapat mendorong terbentuknya masyarakat inklusi, termasuk terwujudnya masyarakat yang mampu menerima berbagai bentuk keberagaman dan mampu mengakomodasinya ke dalam berbagai tatanan maupun insfrastruktur yang ada pada masyarakat itu sendiri.

“Keberagaman disini meliputi, agama, budaya, bahasa, gender, ras, suku bangsa, strata ekonomi, termasuk perbedaan fisik/mental atau disebut disabilitas,” lanjut Alam yang juga sekretaris Yayasan Satu Keadilan tersebut.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Advokad Indonesia (Peradi), Sugeng Teguh Santoso (STS) sebut banyaknya kasus tindak pidana korupsi yang dilakukan Kepala Desa (Kades) akibat tidak pahamnya aturan aplikasi penganggaran ABD. Selain tidak pahamnya memaknai Anggaran Belanja Desa (ABD) dengan baik, STS menilai beberapa kades yang terjerat kasus tindak pidana korupsi dikarenakan permasalahan mental.

”Sekitar 700 kades terkena kasus pidana korupsi ini. Niatan Pemerintah pusat untuk mendukung pertumbuhan perkembangan desa itu baik ya. Kemudian ada anggaran sekitar Rp70 triliun, tapi ternyata perangkat desa tidak siap terkait pemahaman aturan aplikasi penganggaran di dalam program kerja ABD tidak mampu, kemudian mentalitas korup. Ini tiga faktor,” ujarnya.

STS memang menyoroti permasalahan mental yang dilakukan para koruptor. Untuk itu, ia menyarankan harus ada fungsi pengawas yang dilakukan LSM, kepolisian dan kejaksaan agar tindak korupsi di desa dapat diminimalisir.

Saat ini yang terjadi dan menjadi faktor terbesar korupsi adalah masalah mental. Karena ternyata dalam pemilihan kepala desa ada money politik itu kuat sekali dan calon kepala desa itu lebih sederhana syaratnya jika dibandingkan dengan DPRD, tidak mendapatkan pelatihan yang cukup.

“Sekarang sudah dalam tahap penegakan hukum. Ini harus keras memang, penegakan hukum supaya menjadi efek jera kepada kepala desa lain. Yang kedua, fungsi pengawasan oleh lembaga pengawas, apakah itu LSM kemudian kepolisian atau kejaksaan,” tegasnya. (yos/b/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *