Truk Tambang Boleh Lewat, Asal…

by -58 views
SEPAKAT: Warga tiga desa di Kecamatan Rumpin sepakat membolehkan angkutan tambang melintas, asalkan mematuhi jam operasional. (Inset) Suasana musyawarah yang difasilitasi Muspika Rumpin, kemarin.

RUMPIN – Warga tiga desa di Kecamatan Rumpin membolehkan truk tambang melintas dengan tiga kesepakatan. Sebelumnya warga memblokir jalan agar Muspika Rumpin bersikap tegas terhadap pemberlakuan aturan jam tayang truk tambang.

Keputusan itu tertuang dalam kesepakatan musyawarah warga dengan pengemudi jasa angkutan hasil tambang atau sopir truk tambang, kemarin. Musyawarah berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor dan dijembatani Kapolsek Rumpin Kompol Akhmad Wirjo dan Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor Taviv H.

“Musyawarah ini melibatkan warga dan sopir truk tronton dari tiga desa yaitu, Rumpin, Kampungsawah, dan Cipinang menyepakati hasil musyawarah. Tujuannya memberi kenyamanan kepada masyarakat,” kata Oco, mantan kepala Desa Kampungsawah seusai rapat bersama warga.

Oco s mengatakan, banyaknya angkutan tambang yang melintas di Jalan Raya Atma Asnawi ini, memberi dampak buruk bagi masyarakat yaitu, kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan serta rawan kecelakaan.

“Untuk itu, kita bersama mengambil kesepakatan yang dinilai diterima baik keduanya, entah itu warga yang bekerja sebagai sopir truk atau warga yang tidak ada kepentingan namun merasa dirugikan aktivitas tambang, “ungkapnya.

Sementara itu, Kompol Akhmad Wirjo mengatakan, dari hasil musyawarah warga dengan sopir truk tambang disepakati tiga poin. Pertama, truk dan engkel diperbolehkan melintas. Truk dilarang melintas pukul 06:00 WIB sampai pukul 08:00 WIB. Sedangkan pada siang hari, pukul 12:00 WIB hingga 13:00 WIB.

Kesepakatan pembatasan jam operasional ini bertujuan memberi kenyamanan masyarakat ketika berangkat kerja dan pulang sekolah. Sedangkan pada siang hari untuk menghormati ibadah salat dzuhur. Warga juga menyepakati penambahan satu jam di hari jumat, dari pukul 11:00 WIB sampai 13:00 WIB untuk menghormati warga yang hendak ibadah salat Jumat.

Untuk mengawal kesepakatan ini, sopir dan warga akan saling mengingatkan. “Nantinya mereka (warga) saling mengingatkan bukan menindak, supaya kesepakan itu dihargai dan tidak ada yang melanggar,” katanya.

Menanggapi hal itu Taviv mengatakan hasil musyarawah ini akan tindaklanjuti dengan melaporkan kepada pimpinan. “Kita coba dengan menyerap semua aspirasi, yang nantinya rekayasa lalin seperti apa? ke depannya seperti apa?” katanya.

Ia mengatakan rencananya akan ada sinkronisasi jalur. Taviv menambahkan untuk pengawasan nanti Dishub Kabupaten Bogor akan menugaskan anggota untuk memantau. Namun terkait jam pembatasan truk tambang ini entunya harus disikapi semua pihak, dari masyarakat atau Muspika.

“Permasalahan hal yang sama itu ada beberapa kaitan masalah jembatan atau seluruh kegiatan masyarakat ini, Dishub akan selalu melakukan sosialisasi ataupun dengan melakukan pengawasan dan kedepan kita akan melakukan penindakan,” tukasnya. (sir/c/els)