Waduk Cijuray Jadi Solusi Kekeringan

by -62 views

JONGGOL – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Anton Sukartono Suratto kecewa karena tidak dilibatkan dalam permohonan pembangunan Waduk Cijuray di Kecamatan Cariu ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU-Pera). Padahal, menurut politisi Partai Demokrat ini, selain berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Bogor, dirinya membawahi bidang insfrastruktur yang otomatis menjadi mitra kerja KemenPU-PR. “Usulan Pemkab Bogor yang kabarnya meminta dibangunkan Curug Cijuray baru kali ini saya dengar. Padahal sejak 2014 lalu, saya bertugas di Komisi V DPR RI. Jelas saja saya kecewa karena ini menunjukkan lemahnya koordinasi,” ujar Anton.

Dia menambahkan, kemungkinan besar para petani dan rakyat Cariu-Jonggol juga akan kecewa tidak dilibatkan dalam koordinasi ini. Terlebih Waduk Cijuray bisa membantu pengairan sawah tadah hujan. “Kalau saja Waduk Cijuray itu sudah terbangun, bisa membantu pengairan sawah tadah hujan, keberadaan waduk tersebut pasti sangat dibutuhkan masyarakat. Apalagi saat ini Kabupaten Bogor khususnya wilayah Jonggol masuk dalam status siaga bencana kekeringan,” tambahnya.

Anton menjelaskan, akibat bencana kekeringan, dirinya maupun Partai Demokrat sering diminta bantuan air bersih untuk masyarakat Jonggol dan Cariu, terutama untuk memasak, mandi, dan mencuci pakaian. “Kami bekerja sama dengan Kantor Cabang PDAM Tirta Kahuripan di Cileungsi maupun beberapa pabrik air mineral di Kecamatan Gunung Putri. Kami sering memberikan bantuan air bersih langsung ke titik-titik bencana kekeringan. Saya harap ada antisipasi Pemkab Bogor dalam menanggani bencana ini terutama di area persawahan agar para petani padi  tidak mengalami gagal panen,” kata Anton.

Kepala Badan Perencana Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda Litbang) Kabupaten Bogor Syarifah Sopiah menuturkan, jajarannya tidak pernah mengusulkan pembangunan Waduk Cijuray, tetapi pernah mengusulkan pembangunan Waduk Cibeet. “Nggak pernah ada usulan pembangunan Waduk Cijuray. Yang ada Waduk Cibeet, namun itu juga belum ada proggres kapan akan dibangun KemenPU-Pera,” tuturnya.

Sebelumnya, Pemkab Bogor akan memohon pembangunan Waduk Cijuray ke KemenPU-PR untuk mengantisipasi kekeringan ratusan hektare sawah di Kecamatan Cariu, Jonggol, Sukamakmur, Cileungsi dan Tanjungsari. “Di wilayah timur ini banyak sawah tadah hujan oleh karenanya dibutuhkan Waduk Cijuray yang berlokasi di Kecamatan Cariu. Karena pembangunannya butuh dana besar, Pemkab Bogor akan mengusulkannya ke KemenPU-PR,” ucap Bupati Bogor Ade Yasin.

Kepala Dinas Pertanian, Holtikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor Siti Nuriyanti menjelaskan, permohonan Waduk Cijuray sudah pernah diusulkan Pemkab Bogor pada beberapa tahun lalu.  “Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Pemkab Bogor pada lima tahun lalu sudah pernah mengusulkan pembangunan Waduk Cijuray ini  ke KemenPU-Pera, bahkan usulan ini sudah disertai kajian atau feasiblity study (FS),” jelas Nuriyanti.

Ia melanjutkan, dengan pembanguann Waduk Cijuray yang perkiraan luasnya mencapai 70 hektare maka ini akan menjadi solusi konkret permasalahan kekeringan di setiap musim kemarau karena bisa mengairi 15 ribu hektare sawah tadah hujan. “Dari lebih 40 ribu hektare sawah di Bumi Tegar Beriman 30,5 persennya adalah sawah tadah hujan dan didominasi sawah yang berada di wilayah timur hingga kita butuh perhatian pemerintah pusat agar Kabupaten Bogor bisa menuju daerah yang swasembada beras,” pungkasnya. (ink/els)

Loading...