Waktu Kampanye Pemilu 2019 Dinilai Terlalu Panjang

by -17 views

METROPOLITAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor menggelar evaluasi tahapan kampanye bersama peserta pemilu, pemerintah daerah, media hingga pemantau pemilu di Bumi Katulampa Convention Resort, Bogor Timur, Kota Bogor, Rabu (31/7). Dalam kesempatan itu, waktu kampanye yang berlangsung tujuh bulan itu menjadi salah satu perhatian serius karena dinilai cukup panjang.

Para peserta memberikan masukan-masukan terkait pro­ses kampanye yang sudah berlangsung. Untuk urusan waktu kampanye, peserta pe­milu merekomendasikan agar ke depannya tidak terlalu lama cukup 4 bulan masa kampanye.

“Pertama yang disoroti pe­serta pemilu itu mengenai waktu kampanye Pemilu 2019 yang terlalu panjang selama 7 bulan. Peserta pemilu me­rekomendasikan untuk ke depannya paling lama 4 bulan saja,” kata Ketua KPU Kota Bogor Samsudin.

Selanjutnya, masalah Alat Peraga Kampanye (APK) se­perti penempatan dan jumlah yang difasilitasi sempat men­jadi perbincangan. Sebab, untuk fasilitas APK yang di­siapkan, KPU hanya memfasilitasi sesuai kemampuan keuangan negara.

“Tapi ke depan perlu dipikir­kan metode kampaye lain selain APK, karena dari sisi efektivitas, APK juga banyak yang bilang tiodak terlalu efektif dan meng­ganggu estetika kota karena tempat pemasangannya ter­batas. Intinya masukan-masu­kan ini ditampung dan disam­paikan ke KPU RI,” terangnya.

Di tempat yang sama, Ko­misioner Bawaslu Kota Bogor Ahmad Fathoni mengaku momen evaluasi ini menjadi penting untuk perbaikan ke depannya. Dalam catatannya, ada sejumlah masukan yang diberikan Bawaslu terkait pelaksanaan Pemilu 2019 di Kota Hujan.

“Pertama kami memberi masukan agar APK yang di­fasilitasi ditambah dengan prinsip keadilan agar si caleg bisa maksimal mengenalkan diri. Kedua zonasi pemasangan APK harus diperluas agar tidak menumpuk dan ketiga aturan yang bersifat abu-abu harus diperjelas agar peserta dan masyarakat tidak bingung,” pungkas Fathoni. (fin)