Warga Binaan Indocement Belajar K3

by -

METROPOLITAN – Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Indonesia saat ini belum menjadi budaya. Akibatnya, tingkat kecelakaan dalam menjalankan aktivitas pekerjaan sampai sekarang masih tinggi. Sadar akan hal itu, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk tak akan bosan menyosialisasikan K3. Bukan hanya untuk kalangan karyawan perusahaan dan rekanan, tetapi kepada warga sekitar pabrik.

General Manager Opera­tion Safety Department, PT Indocement Tunggal Prakasa, Tbk, Pabrik Citeureup, Josian Andre Setiawan, mengatakan bahwa penerapan K3 sekarang ini masih sekadar mengikuti aturan saja agar tidak terkena sanksi. Kondisi sangat ber­beda dengan di luar negeri, di mana K3 sudah menjadi budaya. Seorang pekerja saat akan mulai beraktivitas, semua perlengkapan K3 dan pedo­man-pedomannya dipatuhi.

“Kesadaran itu menjadikan angka kecelakaan kerja di perusahaan luar rendah. Ke­untungannya bukan hanya dirasakan si pekerja, tapi juga perusahaan yang mempeker­jakannya,” jelasnya saat mem­berikan materi sosialisasi K3 bagi karyawan dan perwaki­lan warga dari 12 desa binaan pabrik penghasil semen tiga roda itu.

K3, tutur Josian, jangan ha­nya diterapkan saat bekerja di perusahaan, tetapi di ling­kungan terkecil. Semisal rumah tangga, sebagai contoh, ke­tika menempatkan barang atau benda yang mengandung zat kimia janganlah di dekat sumber api, seperti di dapur. “Kenapa? Karena ketika kita menyalakan kompor, saat bersamaan ada zat, misalnya dari pengharum ruangan menyembur yang bisa me­mancing api kompor mem­besar dan itu bisa menyebab­kan kebakaran,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Desa Leuwikaret, Kecamatan Kla­panunggal, Uyan Wiryadi, mengaku materi sosialisasi K3 yang dilaksanakan Indocement akan disebarluaskan kepada masyarakat. “Jujur saja, peng­etahuan saya soal apa itu K3 menjadi bertambah. Materi yang disampaikan Operation Safety Department relevansinya dengan warga Leuwikaret ada, apalagi di wilayah saya ada aktivitas tambang bahan pem­buatan semen,” katanya.

Kepala Desa Bantarjati, Sya­rifudin Prawiranegara me­minta Indocement mengelu­arkan aturan tegas kepada transporter yang ngetem di bahu jalan akses pintu Tol Gunungputri. “Ini juga masuk penerapan K3, jangan sampai gara-gara truk ngetem menga­kibatkan kecelakaan,” tandas­nya. (yok/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *