Anterin.id Penantang Baru Gojek dan Grab

by -104 views

METROPOLITAN – Bisnis transportasi dalam jaringan kembali menjanjikan persaingan setelah munculnya Anterin.id untuk menandingi hegemoni Gojek dan Grab Indonesia. Pendiri sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Anterin.id, Imron Hamzah, menuturkan, aplikasi marketplace untuk transportasi daring itu mewadahi mitra penyedia jasa transportasi ojek online, taksi online maupun on demand delivery dalam aplikasinya. Menurut dia, Anterin.id menawarkan kelebihan yaitu mitra penyedia dikenakan biaya berlangganan tanpa potongan komisi. Dengan konsep itu, ongkos yang dibayarkan penumpang seluruhnya diambil mitra pengemudi. ”Saya berani klaim yang pertama, karena driver tidak dari komisi, hanya bayar biaya langganan,” katanya. Saat ini, sambung dia, biaya langganan bulanan hanya Rp150.000 per pengemudi, baik roda dua maupun roda empat tanpa potongan komisi, sehingga kalau ada order itu semua keuntungan diberikan 100 persen untuk pengemudi. Dengan konsep tersebut, tambah dia, pengemudi dapat meningkatkan pendapatannya sekaligus mendapatkan pengguna langganan. Solusi itu sebagai upaya menyelesaikan masalah sosial pengemudi transportasi online yang sangat mengandalkan insentif. Sebagai market place, pengguna bisa bebas memilih preferensi mitra yang diinginkan, mulai dari tarif, jarak terdekat hingga preferensi gender. Aplikasi tersebut akan memunculkan berbagai pilihan mitra yang dapat dipilih pengguna, sehingga sistemnya seperti bidding atau lelang yang langsung dipilih penggunanya. ”Ke depan akan terus kami kembangkan dengan jenis layanan dan inovasi sesuai pasar yang ada, konsep marketplace seperti itu,” tuturnya. Dia memastikan mitra yang menggunakan jasanya tetap patuh terhadap Peraturan Kementerian Perhubungan (PM) 12/2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat dan PM No.118/2018 tentang Angkutan Sewa Khusus. Dia juga mengklaim konsep yang dibangunnya menjadikan pengemudi mandiri karena pengemudi bisa mendapatkan langganan serta bebas dari tarikan komisi. ”Anterin.id sebagai marketplace akan meningkatkan pengguna. Itu keuntungan buat pengemudi, sehingga ketika demikian tak perlu lagi lihat titik-titik ramai. Mereka bisa membangun komunitas sendiri,” paparnya. Anterin.id masih berupa perusahaan rintisan dengan pendanaan lokal, tetapi sudah memiliki 200.000 mitra pengemudi yang 90 persen di antaranya pengemudi ojek online. Menurut dia, konsep Anterin.id berbasis langganan sangat berbeda dengan yang diusung aplikasi transportasi daring lain seperti Gojek dan Grab Indonesia yang berbasis komisi atau commision base. (bis/mam/py)