Bayi Mungil Ditemukan di Tukang Bubur, Isi Surat Orang Tuanya Bikin Terenyuh

by -10,419 views

METROPOLITAN.id – Seorang bayi laki-laki ditemukan tergeletak di sebuah warung bubur di daerah Lawanggintung RT 02/05, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Minggu (8/9) pagi. Saat ditemukan warga, terdapat secarik kertas yang ditulis oleh orang tua bayi tersebut.

Bayi tersebut ditemukan tergeletak di kolong meja warung bubur dalam keadaan dibungkus rapi kain sarung gendongan berwarna cokelat. Selain itu, sang bayi memakai topi kupluk ditambah boneka kecil di sampingnya dan terselip surat.

Surat tersebut berisi alasan orang tua si bayi menitipkan anaknya di tukang bubur. Dalam tulisannya, orang tua sang bayi mengaku tuna rungu dan tidak memiliki pekerjaan. Atas alasan itu, ia menitipkan bayi yang tertulis lahir pada 7 Juni 2019 itu.

Dalam surat itu, orang tuanya juga meminta penemu bayinya tidak melapor ke polisi. Orang tua tersebut takut jika sampai ditangkap polisi.

“Saya tuna rungu, kami mohon ibu/bapak titip anaknya. Istri dan suami tidak punya uang dan kerja, nggak punya keluarga,” berikut penggalan isi surat tersebut.

Sementara itu, Ketua RW 05 Kelurahan Lawanggintung, Sutisna mengatakan, bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh pengendara mobil pikap yang membawa alat-alat pernikahan.

Sang sopir mendengar ada suara tangis bayi saat melintas dan seketika menghentikan kendaraannya.

“Pengendara itu lalu memanggil pemilik warung yang kebetulan sedang mempersiapkan dagangannya. Selanjutnya pemilik warung membawa bayi itu ke rumah RT untuk diurus dan dilaporkan ke ketua RW,” kata Sutisna.

Menurutnya, tidak ada warga yang melihat saat bayi itu ditinggalkan di warung. Secara fisik, kondisi bayi tersebut nampak dalam keaadan sehat.

“Kita sudah berkoordinasi dengan puskesmas Lawanggintung untuk diperiksa kesehatannya. Setelah dilakukan penimbangan, bayi tersebut memiliki berat hanya 2,5 kg. Jika dilihat dari berat badan dan usia seperti tertulis dalam surat, bayi tersebut lahir prematur,” terangnya.

Sejauh ini, Sutisna mengaku sudah ada warga yang siap merawat dan mengadopsi bayi tersebut. Warga yang ingin mengadopsinya sudah 3 tahun menikah namun tak kunjung punya anak. Namun, ia tidak mau nama dan tempat tinggalnya di publikasikan.

“Sekarang bayinya sudah ada yang merawat. Saya menyerahkan bayi tersebut kepada warga yang berminat merawatnya dengan dibuatkan surat serah terima yang dibubuhi materai secukupnya agar diketahui pihak kepolisian dan menjadi bukti penemuan,” pungkas Sutisna. (fad/fin)